<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Signaterdadie&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://signaterdadie.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://signaterdadie.wordpress.com</link>
	<description>Break Time With Us, Three Times a Day~!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 05:45:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='signaterdadie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Signaterdadie&#039;s Blog</title>
		<link>http://signaterdadie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://signaterdadie.wordpress.com/osd.xml" title="Signaterdadie&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://signaterdadie.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Standarisasi Ekstrak Herbal (1)</title>
		<link>http://signaterdadie.wordpress.com/2011/06/03/standarisasi-ekstrak-herbal-1/</link>
		<comments>http://signaterdadie.wordpress.com/2011/06/03/standarisasi-ekstrak-herbal-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 17:48:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>signaterdadie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrak]]></category>
		<category><![CDATA[fitokimia]]></category>
		<category><![CDATA[herbal]]></category>
		<category><![CDATA[parameter non standar]]></category>
		<category><![CDATA[parameter standar]]></category>
		<category><![CDATA[simplisia]]></category>
		<category><![CDATA[standarisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://signaterdadie.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Hai semua, sudah lama Signaterdadie ga nulis &#8211; nulis lagi ya&#8230;Ga kerasa sekarang kami sudah menginjak semester akhir dari kegiatan perkuliahan ini&#8230; *huhu berasa tua* Karena sudah semester akhir, berarti sudah seharusnya membuat skripsi kan? Nah, skripsi penelitian Oddette tentang standarisasi ekstrak herbal nih. Di Indonesia sendiri, yang menjadi ekstrak herbal terstandar baru 6 tanaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=113&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai semua, sudah lama Signaterdadie ga nulis &#8211; nulis lagi ya&#8230;Ga kerasa sekarang kami sudah menginjak semester akhir dari kegiatan perkuliahan ini&#8230; *huhu berasa tua*</p>
<p>Karena sudah semester akhir, berarti sudah seharusnya membuat skripsi kan? Nah, skripsi penelitian Oddette tentang standarisasi ekstrak herbal nih. Di Indonesia sendiri, yang menjadi ekstrak herbal terstandar baru 6 tanaman lho! Oke deh, sekarang kami akan membahas tentang standarisasi tanaman herbal dari awal pembuatan simplisianya. Enjoy it! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Pembuatan Simplisia</strong></span></p>
<p>Sediaan obat tradisional atau herbal dibuat dari simplisia tanaman atau bagian dari hewan, atau mineral dalam keadaan segar atau telah dikeringkan dan diawetkan. Agar sediaan obat tradisional atau herbal tersebut dapat dipakai dengan aman, terjaga keseragaman mutu dan kadar kandungan senyawa aktifnya, maka diperlukan standardisasi. Sebelum melalui tahap standardisasi sediaan, maka diperlukan standardisasi bahan baku simplisia, yang meliputi :</p>
<ol>
<li>Bahan baku simplisia</li>
</ol>
<p>Dapat berupa tumbuhan liar atau berupa tumbuhan budidaya</p>
<ol>
<li>Proses pembuatan simplisia termasuk cara penyimpanan bahan baku simplisia</li>
<li> Cara pengepakan dan penyimpanan simplisia (Depkes RI, 1985).<span id="more-113"></span></li>
</ol>
<p><strong>a.    Pengumpulan Bahan Baku</strong></p>
<p>Kualitas bahan baku simplisia sangat dipengaruhi beberapa faktor, seperti : umur tumbuhan atau bagian tumbuhan pada waktu panen, bagian tumbuhan, waktu panen dan lingkungan tempat tumbuh (Depkes RI, 1985).</p>
<p><strong>b.   Sortasi</strong></p>
<p>Sortasi dilakukan untuk memisahkan kotoran – kotoran atau bahan – bahan asing lainnya dari bahan simplisia sehingga tidak ikut terbawa pada proses selanjutnya yang akan mempengaruhi hasil akhir. Sortasi terdiri dari dua cara, yaitu:</p>
<ol>
<li>Sortasi basah</li>
</ol>
<p>Sortasi basah dilakukan untuk memisahkan kotoran-kotoran atau bahan asing lainnya setelah dilakukan pencucian dan perajangan.</p>
<ol>
<li>Sortasi kering</li>
</ol>
<p>Sortasi kering bertujuan untuk memisahkan benda-benda asing seperti bagian-bagian tumbuhan yang tidak diinginkan dan pengotoran lain yang masih ada dan tertinggal pada simplisia kering (Depkes RI, 1985).</p>
<p><strong>c.    Pengeringan</strong></p>
<p>Pengeringan dilakukan agar memperoleh simplisia yang tidak mudah rusak, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama. Pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengeringan secara alami dan secara buatan. Pengeringan alami dilakukan dengan memanfaatkan sinar matahari baik secara langsung maupun ditutupi dengan kain hitam. Sedangkan pengeringan secara buatan dilakukan dengan oven. Bahan simplisia dapat dikeringkan pada suhu 30<sup>o</sup>C – 90<sup>o</sup>C (Depkes RI, 1985).</p>
<p><strong>d.    Pengemasan dan Penyimpanan</strong></p>
<p>Pengepakan simplisia dapat menggunakan wadah yang inert, tidak beracun, melindungi simplisia dari cemaran serta mencegah adanya kerusakan.Sedangka penyimpanan simplisia sebaiknya di tempat yang kelembabannya rendah, terlindung dari sinar matahari, dan terlindung dari gangguan serangga maupun tikus.<strong></strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Standardisasi Simplisia</strong></span></p>
<p>Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai bahan obat, kecuali dipergunakan sebagai bahan obat, kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang telah dinyatakan lain berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia terdiri dari simplsiia nabati, hewani dan mineral. nabati, hewani dan mineral. Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat tanaman. Yang di maksud eksudat tanaman adalah isi sel yang secara spontan keluar dari selnya atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya. Simplisia hewani adalah simplisia yang berupa hewan utuh atau zat-zat yang berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni. Simplisia pelikan atau mineral adalah simplisia yang berupa bahan pelikan atau mineral yang belum diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni. Untuk menjamin keseragaman senyawa aktif, keamanan maupun kegunaan simplisia harus memenuhi persyaratan minimal untuk standardisasi simplisia. Standardisasi simplisia mengacu pada tiga konsep antara lain sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Simplisia sebagai bahan baku harus memenuhi 3 parameter mutu umum (nonspesifik) suatu bahan yaitu kebenaran jenis (identifikasi), kemurnian, aturan penstabilan (wadah, penyimpanan, distribusi)</li>
<li>Simplisia sebagai bahan dan produk siap pakai harus memenuhi trilogi Quality-Safety-Efficacy</li>
<li>Simplisia sebagai bahan dengan kandungan kimia yang berkontribusi terhadap respon biologis, harus memiliki spesifikasi kimia yaitu komposisi (jenis dan kadar) senyawa kandungan (Depkes RI, 1985).</li>
</ul>
<p>Kontrol kualitas merupakan parameter yang digunakan dalam proses standardisasi suatu simplisia. Parameter standardisasi simplisia meliputi parameter non spesifik dan spesifik. Parameter nonspesifik lebih terkait dengan faktor lingkungan dalam pembuatan simplisia sedangkan parameter spesifik terkait langsung dengan senyawa yang ada di dalam tanaman. Penjelasan lebih lanjut mengenai parameter standardisasi simplisia sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Kebenaran simplisia</li>
</ol>
<p>Pemeriksaan mutu simplisia dilakukan dengan cara organoleptik, makroskopik dan mikroskopik. Pemeriksaan organoleptik dan makroskopik dilakukan dengan menggunakan indera manusia dengan memeriksa kemurnian dan mutu simplisia dengan mengamati bentuk dan ciri-ciri luar serta warna dan bau simplisia. Sebaiknya pemeriksaan mutu organoleptik dilanjutkan dengan mengamati ciri-ciri anatomi histologi terutama untuk menegaskan keaslian simplisia.</p>
<ol>
<li>Parameter non spesifik</li>
</ol>
<p>Parameter non spesifik meliputi uji terkait dengan pencemaran yang disebabkan oleh pestisida, jamur, aflatoxin, logam berat, penetapan kadar abu, kadar air, kadar minyak atsiri, penetapan susut pengeringan.</p>
<ol>
<li>Parameter spesifik</li>
</ol>
<p>Parameter ini digunakan untuk mengetahui identitas kimia dari simplisia.Uji kandungan kimia simplisia digunakan untuk menetapkan kandungan senyawa tertentu dari simplisia. Biasanya dilkukan dengan analisis kromatografi lapis tipis (Depkes RI, 1985).</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Standardisasi Ekstrak</strong></span></p>
<p>Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang diperoleh diperlukan sedemikian hingga memenuhi baku yang telah ditetapkan. Standardisasi ekstrak tidak lain adalah serangkaian parameter yang dibutuhkan sehingga ekstrak persyaratan produk kefarmasian sesuai dengan persyaratan yang berlaku.</p>
<p>Ekstrak terstandar berarti konsistensi kandungan senyawa aktif dari setiap <em>batch</em> yang diproduksi dapat dipertahankan, dan juga dapat mempertahankan pemekatan kandungan senyawa aktif pada ekstrak sehingga dapat mengurangi secara signifikan volume permakaian per dosis, sementara dosis yang diinginkan terpenuhi, serta ekstrak yang diketahui kadar senyawa aktifnya ini dapat dipergunakan sebagai bahan pembuatan formula lain secara mudah seperti sediaan cair , kapsul, tablet, dan lain-lain.</p>
<p><strong>1.      Parameter Non Spesifik</strong></p>
<p><strong>a)      </strong><strong>Susut Pengeringan</strong><strong></strong></p>
<p>Susut pengeringan merupakan pengukuran sisa zat setelah pengeringan pada temperatur 105<sup>o</sup>C selama 30 menit atau sampai konstan, yang dinyatakan dalam porsen. Dalam hal khusus (jika bahan tidak mengandung minyak menguap/atsiri dan sisa pelarut organik) identik dengan kadar air, yaitu kandungan air karena berada di atmosfer/lingkungan udara terbuka (Depkes RI, 2000).</p>
<p><strong>b)     </strong><strong>Bobot Jenis</strong><strong></strong></p>
<p>Parameter bobot jenis ekstrak merupakan parameter yang mengindikasikan spesifikasi ekstrak uji. Parameter ini penting, karena bobot jenis ekstrak tergantung pada jumlah serta jenis komponen atau zat yang larut didalamnya (Depkes RI, 2000).</p>
<p><strong>c)      </strong><strong>Kadar air</strong><strong></strong></p>
<p>Kadar air adalah banyaknya hidrat yang terkandung zat atau banyaknya air yang diserap dengan tujuan untuk memberikan batasan minimal atau rentang tentang besarnya kandungan air dalam bahan (Depkes RI, 2000).</p>
<p><strong>d)     </strong><strong>Kadar abu</strong><strong></strong></p>
<p>Parameter kadar abu merupakan pernyataan dari jumlah abu fisiologik bila simplisia dipijar hingga seluruh unsur organik hilang. Abu fisiologik adalah abu yang diperoleh dari sisa pemijaran (Depkes RI, 2000).</p>
<p><strong>2.      Parameter Spesifik</strong></p>
<p><strong>a)      </strong><strong>Identitas </strong></p>
<p>Identitas ekstrak dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:</p>
<p>Deskripsi tata nama:</p>
<ol>
<li>Nama Ekstrak (generik, dagang, paten)</li>
<li>Nama latin tumbuhan (sistematika botani)</li>
<li>Bagian tumbuhan yang digunakan (rimpang, daun, buah,)</li>
<li>Nama Indonesia tumbuhan</li>
</ol>
<p>Ekstrak dapat mempunyai senyawa identitas artinya senyawa tertentu yang menjadi petunjuk spesifik dengan metode tertentu. Parameter identitas ekstrak mempunyai tujuan tertentu untuk memberikan identitas obyektif dari nama dan spesifik dari senyawa identitas (Depkes RI, 2000).</p>
<p><strong>b)     </strong><strong>Organoleptik</strong></p>
<p>Parameter oranoleptik digunakan untuk mendeskripsikan bentuk, warna, bau, rasa menggunakan panca indera dengan tujuan pengenalan awal yang sederhana dan seobyektif mungkin (Depkes RI, 2000).</p>
<p><strong>c)      </strong><strong>Kadar sari</strong></p>
<p>Parameter kadar sari digunakan untuk mengetahui jumlah kandungan senyawa kimia dalam sari simplisia. Parameter kadar sari ditetapkan sebagai parameter uji bahan baku obat tradisional karena jumlah kandungan senyawa kimia dalam sari simplisia akan berkaitan erat dengan reproduksibilitasnya dalam aktivitas farmakodinamik simplisia tersebut (Depkes RI,1995).</p>
<p><strong>d)</strong><strong>   Pola kromatogram</strong></p>
<p>Pola kromatogram mempunyai tujuan untuk memberikan gambaran awal komponen kandungan kimia berdasarkan pola kromatogram kemudian dibandingkan dengan data baku yang ditetapkan terlebih dahulu (Depkes RI, 2000).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Segitu dulu aja ya infonya, Insya Allah nanti Oddette bakalan lanjutin artikel ini untuk bagian prosedural dari masing &#8211; masing metodenya. Thanks for reading~ Comeback again~ and don&#8217;t forget to put the comment in the comment box below~!! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/signaterdadie.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/signaterdadie.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/signaterdadie.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/signaterdadie.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/signaterdadie.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/signaterdadie.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/signaterdadie.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/signaterdadie.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/signaterdadie.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/signaterdadie.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/signaterdadie.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/signaterdadie.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/signaterdadie.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/signaterdadie.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=113&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://signaterdadie.wordpress.com/2011/06/03/standarisasi-ekstrak-herbal-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.933735 107.772738</georss:point>
		<geo:lat>-6.933735</geo:lat>
		<geo:long>107.772738</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0316df565a987a1d148502a34935dbb7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">signaterdadie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Welcome to Signaterdadie&#8217;s</title>
		<link>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/10/16/welcome-to-signaterdadies/</link>
		<comments>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/10/16/welcome-to-signaterdadies/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2010 18:26:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>signaterdadie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://signaterdadie.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to Signaterdadie&#8217;s blog! We hope that our articles can helpful for you all ^^ Like our slogan, BREAKING TIME WITH US, THREE TIMES A DAY, we will post articles about &#8216;daily life&#8217; in faculty of pharmacy in University of Padjadjaran. Well, if our articles is helpful to you, please give us comment ^^ we&#8217;re [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=107&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to Signaterdadie&#8217;s blog! We hope that our articles can helpful for you all ^^</p>
<p><a href="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2010/10/banner.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-108" title="banner" src="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2010/10/banner.jpg?w=300&#038;h=212" alt="" width="300" height="212" /></a></p>
<p>Like our slogan, BREAKING TIME WITH US, THREE TIMES A DAY, we will post articles about &#8216;daily life&#8217; in faculty of pharmacy in University of Padjadjaran.</p>
<p><strong>Well, if our articles is helpful to you, please give us comment ^^ we&#8217;re really appreciate it!</strong> Thanks a bunch for read our articles~</p>
<p style="text-align:center;"><strong>HAPPY READING~ ^^</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/signaterdadie.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/signaterdadie.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/signaterdadie.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/signaterdadie.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/signaterdadie.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/signaterdadie.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/signaterdadie.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/signaterdadie.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/signaterdadie.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/signaterdadie.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/signaterdadie.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/signaterdadie.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/signaterdadie.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/signaterdadie.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=107&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/10/16/welcome-to-signaterdadies/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.933735 107.772738</georss:point>
		<geo:lat>-6.933735</geo:lat>
		<geo:long>107.772738</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0316df565a987a1d148502a34935dbb7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">signaterdadie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2010/10/banner.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">banner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Klebsiella pneumoniae</title>
		<link>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/07/20/klebsiella-pneumoniae/</link>
		<comments>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/07/20/klebsiella-pneumoniae/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 07:49:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>signaterdadie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Klebsiella pneumoniae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://signaterdadie.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Kingdom : Bacteria Phylum    : Proteobacteria Class          : Gamma Proteobacteria Orde          : Enterobacteriales Family      : Enterobacteriaceae Genus        : Klebsiella Species     : K. pneumoniae Klebsiella pneumonia pertama kali ditemukan oleh Carl Friedlander. Carl Friedlander adalah patologis dan mikrobiologis dari Jerman yang membantu penemuan bakteri penyebab pneumonia pada tahun 1882. Carl Friedlander adalah orang yang pertama kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=104&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em></em><a href="http://media-2.web.britannica.com/eb-media/04/58704-004-537D9BA3.jpg"><img src="http://media-2.web.britannica.com/eb-media/04/58704-004-537D9BA3.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9e/Klebsiella_pneumoniae_01.png"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9e/Klebsiella_pneumoniae_01.png" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Kingdom : Bacteria<br />
Phylum    : Proteobacteria<br />
Class          : Gamma  Proteobacteria<br />
Orde          : Enterobacteriales<br />
Family      : Enterobacteriaceae<br />
Genus        : Klebsiella<br />
Species     : K.  pneumoniae<br />
<span id="more-104"></span><br />
Klebsiella pneumonia pertama kali ditemukan oleh Carl  Friedlander. Carl Friedlander adalah patologis dan mikrobiologis dari  Jerman yang membantu penemuan bakteri penyebab pneumonia pada tahun  1882. Carl Friedlander adalah orang yang pertama kali mengidentifikasi  bakteri Klebsiella pneumonia dari paru-paru orang yang meninggal karena  pneumonia. Karena jasanya,Klebsiella pneumonia sering pula disebut  bakteri Friedlander. Klebsiella pneumonia adalah bakteri Gram negatif  yang berbentuk<br />
batang (basil). Klebsiella pneumonia tergolong bakteri  yang tidak dapat melakukan pergerakan (non motil). Berdasarkan  kebutuhannya akan oksigen, Klebsiella pneumonia<br />
merupakan bakteri  fakultatif an aerob.</p>
<p>Klebsiella pneumonia dapat memfermentasikan  laktosa. Pada test dengan indol, lebsiella pneumonia akan menunjukkan  hasil negatif. Klebsiella pneumonia dapat mereduksi nitrat. Klebsiella  pneumonia banyak ditemukan di mulut, kulit, dan sal usus, namun habitat  alami dari Klebsiella pneumonia adalah di tanah.</p>
<p>Klebsiella  pneumonia dapat menyebabkan pneumonia. Pneumonia adalah proses infeksi  akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Pneumonia yang  disebabkan oleh<br />
Klebsiella pneumonia dapat berupa pneumonia komuniti  atau community acquired pnuemonia. Pneumonia komuniti atau community  acquired pnuemonia adalah pneumonia yang di dapatkan dari masyarakat.  Strain baru dari Klebsiella pneumonia dapat menyebabkan pneumonia  nosomikal atau hospitality acquired pneumonia,<br />
yang berarti penyakit  peumonia tersebut di dapatkan saat pasien berada<br />
di rumah sakit atau  tempat pelayanan kesehatan.</p>
<p>Klebsiella pneumonia umumnya  menyerang orang dengan kekebalan tubuh lemah, seperti<br />
alkoholis,  orang dengan penyakit diabetes dan orang dengan penyakit<br />
kronik  paru-paru.</p>
<p>Klebsiella pneumonia dapat menyebabkan penyakit karena  mempunyai dua tipe antigen pada permukaan selnya:</p>
<p>• Antigen O<br />
Antigen  O adalah lipopolisakarida yang terdapat dalam<br />
sembilan varietas.</p>
<p>•  Antigen K<br />
Antigen K adalah polisakarida yang dikelilingi oleh<br />
kapsula  dengan lebih dari 80 varietas.</p>
<p>Kedua antigen ini meningkatkan  patogenitas Klebsiella pneumonia.<br />
Selain itu, Klebsiella pneumonia  mampu memproduksi enzim ESBL (Extended Spektrum Beta Lactamase) yang  dapat melumpuhkan kerja berbagai jenis antibiotik. Hal ini dapat  menyebabkan bakteri kebal dan menjadi sulit dilumpuhkan.</p>
<p>Cara  penularan ( infeksi ) dari Klebsiella pneumonia pada pasien rawat inap  dapat melalui 3 cara, yaitu :<br />
1. Aspirasi cairan gaster atau  orofaring yang mengandung<br />
koloni kuman patogen.<br />
2. Penyebaran  kuman secara hematogen ke paru<br />
3. Penyebaran melalui udara oleh  aerosol atau<br />
droplet yang mengandung mikroba.</p>
<p>Gejala-gejala  seseorang yang terinfeksi Klebsiella pneumonia adalah napas cepat dan  napas sesak, karena paru meradang secara mendadak. Batas napas cepat  adalah frekuensi pernapasan sebanyak 50 kali per menit atau lebih pada  anak usia 2 bulan sampai kurang dari 1 tahun, dan 40 kali permenit atau  lebih pada anak usia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun. Pneumonia Berat  ditandai dengan adanya batuk atau (juga disertai) kesukaran bernapas,  napas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah ke dalam (severe  chest indrawing) pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun. Pada  kelompok usia ini dikenal juga Pneumonia sangat berat, dengan gejala  batuk, kesukaran bernapas disertai gejala sianosis sentral dan tidak  dapat minum. Sementara untuk anak dibawah 2 bulan, pnemonia berat  ditandai dengan frekuensi pernapasan sebanyak 60 kali permenit atau  lebih atau (juga disertai) penarikan kuat pada dinding dada sebelah  bawah ke dalam, batuk-batuk, perubahan karakteristik dahak, suhu tubuh  lebih dari 38 º C. Gejala yang lain, yaitu apabila pada pemeriksaan  fisik ditemukan suara napas bronkhial, bronkhi dan leukosit lebih dari  10.000 atau kurang dari 4500/uL.</p>
<p>Pada pasien usia lanjut atau  pasien dengan respon imun rendah, gejala pneumonia tidak khas, yaitu  berupa gejala non pernafasan seperti pusing, perburukan dari penyakit  yang sudah ada sebelumnya dan pingsan. Biasanya frekuensi napas  bertambah cepat dan jarang ditemukan demam. Beberapa jenis Klebsiella  pneumonia dapat diobati dengan antibiotik, khususnya antibiotik yang  mengandung cincin beta-laktam.</p>
<p>Contoh antibiotik tersebut adalah  ampicillin, carbenicillin, amoxicilline, dll.<br />
Dari hasil penelitian  diketahui bahwa Klebsiella pneumonia memiliki sensitivitas 98,4%  terhadap meropenem, 98,2% terhadap imipenem, 92,5% terhadap  kloramfenikol, 80 % terhadap siprofloksasin, dan 2% terhadap ampisilin.<br />
Strain  baru dari Klebsiella pneumoniakebal terhadap berbagai jenis antibiotik  dan sampai sekarang masih dilakukan penelitian untuk menemukan obat yang  tepat untuk menghambat aktivitas atau bahkan membunuh bakteri tersebut.</p>
<p>nah,  sdh kebayang kan gw maen-maen dgn bakteri yg gmn?? so, pesen gw bwt  kalian, jgn maen-maen di lab mikrobiologi!! karena disana byk bakteri  berbahaya!! wehhe..</p>
<p>source: mikrobia2.files.wordpress.com</p>
<p>Taken from : Onyedhcilik.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/signaterdadie.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/signaterdadie.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/signaterdadie.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/signaterdadie.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/signaterdadie.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/signaterdadie.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/signaterdadie.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/signaterdadie.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/signaterdadie.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/signaterdadie.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/signaterdadie.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/signaterdadie.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/signaterdadie.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/signaterdadie.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=104&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/07/20/klebsiella-pneumoniae/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.933735 107.772738</georss:point>
		<geo:lat>-6.933735</geo:lat>
		<geo:long>107.772738</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0316df565a987a1d148502a34935dbb7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">signaterdadie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-2.web.britannica.com/eb-media/04/58704-004-537D9BA3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9e/Klebsiella_pneumoniae_01.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hidrogenasi Alkena</title>
		<link>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/07/20/hidrogenasi-alkena/</link>
		<comments>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/07/20/hidrogenasi-alkena/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 06:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>signaterdadie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[alkena]]></category>
		<category><![CDATA[etena]]></category>
		<category><![CDATA[hidrogenasi]]></category>
		<category><![CDATA[lemak trans]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://signaterdadie.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Hidrogenasi etena Etena bereaksi dengan hidrogen pada suhu sekitar 150°C dengan adanya sebuah katalis nikel (Ni) yang halus. Reaksi ini menghasilkan etana. Reaksi ini tidak begitu berarti sebab etena merupakan senyawa yang jauh lebih bermanfaat dibanding etana yang dihasilkan! Akan tetapi, sifat-sifat reaksi dari ikatan karbon-karbon rangkap pada etena juga berlaku pada reaksi ikatan karbon-karbon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=92&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hidrogenasi etena</strong></p>
<p>Etena bereaksi dengan hidrogen  pada suhu sekitar 150°C dengan adanya sebuah katalis nikel (Ni) yang  halus.  Reaksi ini menghasilkan etana.</p>
<p><img src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/padding.gif" alt="" width="40" height="15" /><img src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/c2h4hydrog.gif" alt="" width="236" height="28" /></p>
<p>Reaksi ini tidak begitu berarti  sebab etena merupakan senyawa yang jauh lebih bermanfaat dibanding etana  yang dihasilkan!  Akan tetapi, sifat-sifat reaksi dari ikatan  karbon-karbon rangkap pada etena juga berlaku pada reaksi ikatan  karbon-karbon rangkap yang terdapat pada alkena-alkena yang jauh lebih  kompleks.</p>
<p><span id="more-92"></span><strong>Pembuatan mentega dalam skala produksi</strong></p>
<p>Beberapa mentega dibuat dengan menghidrogenasi ikatan  karbon-karbon rangkap yang terdapat pada minyak dan lemak hewani atau  nabati.  Anda bisa mengetahui keberadaan mentega ini dalam produk-produk  makanan yang dijual sebab daftar komposisi produk makanan tersebut  mencatumkan kata-kata yang menunjukkan bahwa produk makanan tersebut  mengandung &#8220;minyak nabati terhidrogenasi&#8221; atau &#8220;lemak terhidrogenasi&#8221;.</p>
<p>Kesan yang terkadang timbul adalah bahwa <em>semua</em> mentega  dibuat melalui proses hidrogenasi – pendapat ini tidak benar.</p>
<p><strong>Lemak  dan minyak hewani dan nabati</strong></p>
<p>Lemak dan minyak dari  hewan dan tumbuh-tumbuhan merupakan molekul-molekul yang mirip, yang  membedakan hanya titik leburnya saja.  Jika senyawanya berwujud padat  pada suhu kamar, maka disebut lemak. Jika berwujud cair sering disebut  sebagai minyak.</p>
<p>Titik lebur senyawa-senyawa ini sangat  ditentukan oleh keberadaan ikatan karbon-karbon rangkap (C=C) dalam  molekulnya. Semakin tinggi jumlah ikatan C=C, semakin rendah titik  leburnya.</p>
<p>Jika senyawanya tidak mengandung ikatan C=C, maka  zat tersebut dikatakan <strong><em>jenuh</em></strong>.  Lemak jenuh sederhana  biasanya memiliki struktur sebagai berikut:</p>
<p style="padding-left:210px;"><img src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/satfat.gif" alt="" width="188" height="160" /></p>
<p>Molekul-molekul seperti ini  biasanya berwujud padat pada suhu kamar.</p>
<p>Jika hanya ada  satu ikatan C=C pada masing-masing rantai hidrokarbon, maka zat ini  disebut sebagai <strong><em>lemak tak-jenuh-tunggal (mono-unsaturated)</em></strong> (atau minyak tak-jenuh-tunggal, karena kemungkinan zat ini berwujud  cair pada suhu kamar.)</p>
<p>Sebuah minyak tak-jenuh-tunggal yang  sederhana bisa digambarkan sebagai berikut:</p>
<p style="padding-left:210px;"><img src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/monounsat.gif" alt="" width="203" height="181" /></p>
<p>Jika ada dua atau lebih ikatan  karbon-karbon rangkap pada masing-masing rantai, maka zat tersebut  dikatan <strong><em>tidak-jenuh-majemuk (polyunsaturated)</em></strong>.</p>
<p>Sebagai  contoh:</p>
<p style="padding-left:180px;"><img src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/polyunsat.gif" alt="" width="273" height="181" /></p>
<p>Untuk menyederhanakan, pada  semua gambar ini, ketiga rantai hidrokarbon pada masing-masing molekul  dianggap sama.  Meskipun tidak harus sama ketiga-tiganya – terkadang  terdapat campuran beberapa jenis rantai dalam molekul yang sama.</p>
<p><strong>Pembuatan mentega</strong></p>
<p>Minyak-minyak nabati sering  memiliki kandungan lemak (minyak) tak-jenuh-tunggal (mono-unsaturated)  dan tak-jenuh-majemuk (polyunsaturated) yang tinggi, olehnya itu  minyak-minyak nabati berwujud cair pada suhu kamar.  Kandungan lemak dan  minyak yang tinggi ini membuat minyak-minyak nabati mudah tersebar  tidak beraturan pada bahan makanan seperti roti, dan tidak cocok  digunakan untuk pemanggangan kue (baking powder).</p>
<p>Anda bisa  &#8220;mengeraskan&#8221; (meningkatkan titik lebur) minyak dengan cara  menghidrogenasinya dengan bantuan katalis nikel. Beberapa kondisi  (seperti suhu yang tepat, atau lamanya waktu hidrogen dilewatkan ke  dalam minyak) harus dikontrol dengan hati-hati sehingga beberapa (tidak  harus semua) ikatan karbon-karbon rangkap  mengalami hidrogenasi.</p>
<p>Prosedur ini menghasilkan sebuah &#8220;minyak yang terhidrogenasi  parsial&#8221; atau &#8220;lemak yang terhidrogenasi parsial&#8221;.</p>
<p>Untuk  memperoleh tekstur akhir yang diinginkan, anda perlu menghidrogenasi  cukup banyak ikatan.  Akan tetapi, ada manfaat kesehatan yang <em>mungkin</em> diperoleh ketika memakan lemak atau minyak tak-jenuh-tunggal atau  tak-jenuh-majemuk ketimbang lemak atau minyak yang jenuh – sehingga  semua ikatan karbon-karbon rangkap yang ada dalam minyak tersebut tidak  perlu dihidrogeasi semuanya.</p>
<p>Diagram alir berikut  menunjukkan proses hidrogenasi sempurna dari sebuah minyak  tak-jenuh-tunggal yang sederhana.</p>
<p style="padding-left:150px;"><img src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/makemarg.gif" alt="" width="300" height="211" /></p>
<p><strong><em>Kekurangan hidrogen  sebagai sebuah bahan untuk mengeraskan lemak dan minyak</em></strong></p>
<p>Ada beberapa risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan akibat  memakan lemak atau minyak yang terhidrogenasi.   Para konsumen mulai  menyadari hal ini, dan pabrik-pabrik yang memproduksi makanan juga terus  mencari cara-cara alternatif untuk mengubah minyak menjadi padatan yang  bisa dioleskan pada makanan.</p>
<p>Salah satu masalah  ditimbulkan oleh proses hidrogenasi.</p>
<p>Ikatan-ikatan rangkap  pada lemak dan minyak tak-jenuh cenderung membuat gugus-gugus yang ada  di sekitarnya tertata dalam bentuk &#8220;cis&#8221;.</p>
<p>Suhu relatif  tinggi yang digunakan dalam proses hidrogenasi cenderung mengubah  beberapa ikatan C=C menjadi bentuk &#8220;trans&#8221;.  Jika ikatan-ikatan khusus  ini tidak dihidrogenasi selama proses, maka mereka masih cenderung  terdapat dalam produk akhir mentega khususnya pada molekul-molekul <strong><em>lemak  trans</em></strong>.</p>
<p>Konsumsi lemak trans telah terbukti dapat  meningkatkan kadar kolesterol (khususnya bentuk LDL yang lebih  berbahaya) – sehingga bisa menyebabkan meningkatnya risiko penyakit  jantung.</p>
<p>Proses apapun yang cenderung meningkatkan jumlah  lemak trans dalam makanan sebaiknya dihindari. Baca dengan seksama label  makanan, dan hindari makanan apapun yang mengandung (atau dimasak  dalam) minyak terhidrogenasi atau lemak terhidrogenasi.</p>
<p>Credit : Jim Clark @ Chem-Is-Try.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/signaterdadie.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/signaterdadie.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/signaterdadie.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/signaterdadie.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/signaterdadie.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/signaterdadie.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/signaterdadie.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/signaterdadie.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/signaterdadie.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/signaterdadie.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/signaterdadie.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/signaterdadie.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/signaterdadie.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/signaterdadie.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=92&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/07/20/hidrogenasi-alkena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.933735 107.772738</georss:point>
		<geo:lat>-6.933735</geo:lat>
		<geo:long>107.772738</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0316df565a987a1d148502a34935dbb7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">signaterdadie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/padding.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/c2h4hydrog.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/satfat.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/monounsat.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/polyunsat.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/makemarg.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lemak (Lipid) dan Metabolismenya</title>
		<link>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/07/20/lemak-lipid-dan-metabolismenya/</link>
		<comments>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/07/20/lemak-lipid-dan-metabolismenya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 06:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>signaterdadie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[asam lemak]]></category>
		<category><![CDATA[biosintesis lemak]]></category>
		<category><![CDATA[biosintesis lipid]]></category>
		<category><![CDATA[lemak]]></category>
		<category><![CDATA[lipid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://signaterdadie.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[MACAM LEMAK Lemak biologis yang terpenting: lemak netral (trigliserida), fosfolipid, steroid Asam lemak: Asam palmitat: CH3(CH2)14-COOH Asam stearat: CH3(CH2)16-COOH Asam oleat: CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH Trigliserida : ester gliserol + 3 asam lemak Fosfolipid    : ester gliserol + 2 asam lemak + fosfat Steroid          : kolesterol dan turunanya (hormon steroid, asam lemak dan vitamin) ABSORPSI LEMAK Lemak diet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=80&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MACAM LEMAK</strong></p>
<ul>
<li> Lemak biologis yang terpenting: lemak netral (trigliserida), fosfolipid, steroid</li>
<li>Asam lemak:</li>
</ul>
<li style="padding-left:60px;">Asam palmitat: CH3(CH2)14-COOH</li>
<li style="padding-left:60px;">Asam stearat: CH3(CH2)16-COOH</li>
<li style="padding-left:60px;">Asam oleat: CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH</li>
<ul>
<li>Trigliserida : ester gliserol + 3 asam lemak</li>
<li> Fosfolipid    : ester gliserol + 2 asam lemak + fosfat</li>
<li> Steroid          : kolesterol dan turunanya (hormon steroid, asam lemak dan vitamin)</li>
</ul>
<p><strong><span id="more-80"></span><br />
ABSORPSI LEMAK</strong></p>
<ul>
<li> Lemak diet diserap dalam bentuk: kilomikron → diabsorpsi usus halus masuk ke limfe (ductus torasikus) → masuk darah</li>
<li>Kilomikron dalam plasma disimpan dalam jaringan lemak (adiposa) dan hati</li>
<li>Proses penyimpananya: kilomikron dipecah oleh enzim lipoprotein lipase (dalam membran sel) → asam lemak dan gliserol</li>
<li> Didalam sel asam lemak disintesis kembali jadi trigliserida (simpanan lemak)</li>
</ul>
<p><strong>MACAM LEMAK PLASMA</strong></p>
<ul>
<li>Asam lemak bebas (FFA= free fatty acid) → ada dalam plasma darah dan terikat dengan albumin</li>
<li>Kolesterol, trigliserida dan fosfolipid → dalam plasma berbentuk lipoprotein</li>
</ul>
<p>1.	Kilomikron<br />
2.	VLDL : very low density lipoprotein<br />
3.	IDL     : intermediate density lipoprotein<br />
4.	LDL    : low density lipoprotein<br />
5.	HDL   : high density lipoprotein</p>
<p><strong>ASAM LEMAK BEBAS</strong><br />
Bila lemak sel akan digunakan untuk energi → simpanan lemak (trigliserida) dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol (oleh enzim lipase sel).	Asam lemak berdiffusi masuk aliran darah sebagai asam lemak bebas (Free Fatty Acid) dan berikatan dengan albumin plasma.<br />
<strong><br />
PENGGUNAAN FFA SEBAGAI ENERGI</strong><br />
FFA dalam plasma dibawa ke mitokondria dengan carrier Karnitin.	FFA dalam sel dipecah menjadi asetil koenzim-A dengan beta oksidasi.	Asetil koenzim-A hasil beta oksidasi → masuk siklus Krebs untuk diubah menjadi H dan CO2.</p>
<p><strong>METABOLISME LEMAK</strong></p>
<p>Ada 3 fase:<br />
1.	β oksidasi<br />
2.	Siklus Kreb<br />
3.	Fosforilasi Oksidatif</p>
<p><strong>A. BETA OKSIDASI</strong></p>
<ul>
<li> Proses pemutusan/perubahan asam lemak → asetil co-A</li>
<li> Asetil co-A terdiri 2 atom C → sehingga jumlah asetil co-A yang dihasilkan = jumlah atom C dalam rantai carbon asam lemak : 2</li>
<li> Misal: asam palmitat (C15H31COOH) → β oksidasi → asetil co-A</li>
</ul>
<p style="text-align:left;">Contoh Asam Lemak</p>
<table style="height:140px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="408">
<tbody>
<tr style="text-align:center;">
<td><strong>NAMA UMUM</strong></td>
<td><strong>RUMUS<br />
</strong></td>
<td><strong>NAMA   KIMIA<br />
</strong></td>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td>Asam oleat</td>
<td>C17H33COOH</td>
<td>Oktadeca   9-enoad</td>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td>As risinoleat</td>
<td>C17H32(OH)-COOH</td>
<td>12   hidroksi okladeca -9-enoad</td>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td>Asam linoleat</td>
<td>C17H31COOH</td>
<td>Okladeca-9,12   dienoad</td>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td>As linolenat</td>
<td>C17H29COOH</td>
<td>Okladeca-9,12,15   trienoad</td>
</tr>
<tr style="text-align:center;">
<td>As araksidat</td>
<td>C19H39COOH</td>
<td>Asam   eicosanoad</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>B. SIKLUS KREBS</strong></p>
<ul>
<li> Proses perubahan asetil ko-A → H + CO2</li>
<li>Proses ini terjadi didalam mitokondria</li>
<li>Pengambilan asetil co-A di sitoplasma dilakukan oleh: oxalo asetat → proses pengambilan ini terus berlangsung sampai asetil co-A di sitoplasma habis</li>
<li>Oksaloasetat berasal dari asam piruvat</li>
<li>Jika asupan nutrisi kekurangan KH → kurang as. Piruvat → kurang oxaloasetat</li>
</ul>
<p><img class="alignnone" title="siklus krebs" src="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2010/07/sikluskreb3.jpg?w=320&#038;h=231" alt="" width="320" height="231" /></p>
<p style="padding-left:30px;"><strong>KETOSIS</strong></p>
<ul>
<li> Degradasi asam lemak → Asetil KoA terjadi di Hati, tetapi hati hanya mengunakan sedikit asetil KoA → akibatnya sisa asetil KoA berkondensasi membentuk Asam Asetoasetat</li>
<li> Asam asetoasetat merupakan senyawa labil yang mudah pecah menjadi: Asam β hidroksibutirat dan Aseton.</li>
<li> Ketiga senyawa diatas (asam asetoasetat, asam β hidroksibutirat dan aseton) disebut BADAN KETON.</li>
<li> Adanya badan keton dalam sirkulasi darah disebut: <strong><span style="text-decoration:underline;">ketosis</span></strong></li>
<li>Ketosis terjadi saat tubuh kekurangan karbohidrat dalam asupan makannya → <strong><span style="text-decoration:underline;">kekurangan oksaloasetat</span></strong></li>
<li>Jika Oksaloasetat menurun → maka terjadi penumpukan Asetil KoA didalam aliran darah → jadi badan keton → keadaan ini disebut <strong>KETOSIS</strong></li>
<li>Badan keton merupakan racun bagi otak → mengakibatkan Coma, karena sering terjadi pada penderita DM → disebut <span style="text-decoration:underline;"><strong>Koma Diabetikum</strong></span></li>
</ul>
<ul>
<li> Ketosis terjadi pada keadaan :</li>
</ul>
<li style="padding-left:60px;">Kelaparan</li>
<li style="padding-left:60px;">Diabetes Melitus</li>
<li style="padding-left:60px;">Diet tinggi lemak, rendah karbohidrat</li>
<p style="padding-left:30px;"><strong>RANTAI RESPIRASI</strong></p>
<ul>
<li>H adalah hasil utama dari siklus Krebs ditangkap oleh carrier NAD menjadi NADH</li>
<li> H dari NADH ditransfer ke → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c →sitokrom aa3 → terus direaksikan dengan O2 → H2O + Energi</li>
<li> Rangkaian transfer H dari satu carrier ke carrier lainya disebut Rantai respirasi</li>
<li> Rantai Respirasi terjadi didalam mitokondria → transfer atom H antar carrier memakai enzim Dehidrogenase → sedangkan reaksi H + O2 memakai enzim Oksidase</li>
</ul>
<p style="padding-left:30px;">Urutan carrier dalam rantai respirasi adalah: NAD → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c → sitokrom aa3 → direaksikan dengan O2 → H2O + Energi</p>
<p style="padding-left:30px;"><img class="alignnone" title="rantai respirasi" src="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2010/07/rantairespirasi2.jpg?w=320&#038;h=225" alt="" width="320" height="225" /></p>
<p><strong>C. FOSFORILASI OKSIDATIF</strong></p>
<ul>
<li>Dalam proses rantai respirasi dihasilkan energi yang tinggi → energi tsb ditangkap oleh ADP untuk menambah satu gugus fosfat menjadi ATP</li>
<li> Fosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi dalam proses rantai respirasi</li>
<li> Fosforilasi oksidatif → proses merubah ADP → ATP (dengan menngunakan energi hasil reaksi H2 + O2 → H2O + E)</li>
</ul>
<p style="padding-left:60px;"><img class="alignnone" title="fosforilasi oksidatif" src="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2010/07/fosforilasioksidatif.jpg?w=320&#038;h=302" alt="" width="320" height="302" /></p>
<p><strong>SINTESIS TRIGLISERIDA DARI KARBOHIDRAT</strong></p>
<ul>
<li> Bila KH dalam asupan lebih banyak dari yang dibutuhkan → KH diubah jadi glikogen dan kelebihanya diubah jadi trigliserida → disimpan dalam jaringan adiposa</li>
<li>Tempat sintesis di hati, kemudian ditransport oleh lipoprotein ke jaringan disimpan di jaringan adiposa sampai siap digunakan tubuh</li>
</ul>
<p><strong>SINTESIS TRIGLISERIDA DARI PROTEIN</strong></p>
<ul>
<li> Banyak asam amino dapat diubah menjadi asetil koenzim-A</li>
<li>Dari asetil koenzim-A dapat diubah menjadi trigliserida</li>
<li>Jadi saat asupan protein berlebih, kelebihan asam amino disimpan dalam bentuk lemak di jaringan adipose</li>
</ul>
<p><strong>PENGATURAN HORMON ATAS PENGGUNAAN LEMAK</strong></p>
<ul>
<li>Penggunaan lemak tubuh terjadi pada saat kita gerak badan berat</li>
<li>Gerak badan berat menyebabkan pelepasan epineprin dan nor epineprin</li>
<li>Kedua hormon diatas mengaktifkan lipase trigliserida yang sensitif hormon → pemecahan trigliserida → asam lemak</li>
<li>Asam lemak bebas (FFA) dilepas ke darah dan siap untuk dirubah jadi energi</li>
</ul>
<p><strong>ARTERIOSKLEROSIS</strong></p>
<ul>
<li> Jika kadar kolesterol tinggi dalam darah → endapan lipid yang disebut: plak ateroma/ endapan kolesterol</li>
<li> Pada stadium penyakit fibroblast menginfiltrasi ateroma → sklerosis</li>
<li> Ca juga mengendap bersama → plak kalsifikasi</li>
<li> Kedua proses diatas menyebabkan arteri menjadi sangat keras → arteriosklerosis</li>
<li>Arteriosklerosis → menyebabkan vaskuler mudah pecah</li>
<li>Dinding vaskuler arteriosklerosis kasar → menyebabkan tombus dan emboli</li>
<li>Efek samping: darah tinggi, PJK, trombus → stroke emboli</li>
</ul>
<p><strong>REFERENSI</strong></p>
<ol>
<li>Harper, Rodwell, Mayes, 1977, Review of Physiological      Chemistry</li>
<li>Colby, 1992, Ringkasan Biokimia Harper, Alih Bahasa:      Adji Dharma, Jakarta, EGC</li>
<li>Wirahadikusumah, 1985, Metabolisme Energi, Karbohidrat      dan Lipid, Bandung, ITB</li>
<li>Harjasasmita, 1996, Ikhtisar Biokimia dasar B, Jakarta,      FKUI</li>
<li>Toha, 2001, Biokimia, Metabolisme Biomolekul, Bandung,      Alfabeta</li>
<li>Poedjiadi, Supriyanti, 2007, Dasr-dasar Biokimia,      Bandung, UI Press</li>
</ol>
<p>Taken from  :  <a href="http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/01/metabolisme-lemak.html">dr-suparyanto.blogspot.com</a></p>
<p>Credit for     : Dr. Suparyanto, M.Kes</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/signaterdadie.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/signaterdadie.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/signaterdadie.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/signaterdadie.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/signaterdadie.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/signaterdadie.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/signaterdadie.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/signaterdadie.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/signaterdadie.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/signaterdadie.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/signaterdadie.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/signaterdadie.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/signaterdadie.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/signaterdadie.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=80&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/07/20/lemak-lipid-dan-metabolismenya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.933735 107.772738</georss:point>
		<geo:lat>-6.933735</geo:lat>
		<geo:long>107.772738</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0316df565a987a1d148502a34935dbb7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">signaterdadie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2010/07/sikluskreb3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">siklus krebs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2010/07/rantairespirasi2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rantai respirasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2010/07/fosforilasioksidatif.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fosforilasi oksidatif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Escherichia coli</title>
		<link>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/02/17/escherichia-coli/</link>
		<comments>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/02/17/escherichia-coli/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 04:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>signaterdadie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[E. coli]]></category>
		<category><![CDATA[escherichia coli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://signaterdadie.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Escherichia coli adalah salah satu jenis bakteri yang secara normal hidup dalam saluran pencernaan baik manusia maupun hewan yang sehat. Nama bakteri ini diambil dari nama seorang bacteriologist yang berasal dari Germani yaitu THEODOR VON ESCHERICH, yang berhasil melakukan isolasi bakteri ini pertama kali pada tahun 1885. DR. ESCHERICH juga berhasil membuktikan bahwa diare dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=66&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2010/02/escherichia-coli-topview.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-67" title="Escherichia coli" src="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2010/02/escherichia-coli-topview.jpg?w=237&#038;h=237" alt="" width="237" height="237" /></a><em>Escherichia coli </em>adalah salah satu jenis bakteri yang secara normal hidup dalam saluran pencernaan baik manusia maupun hewan yang sehat. Nama bakteri ini diambil dari nama seorang bacteriologist yang berasal dari Germani yaitu THEODOR VON ESCHERICH, yang berhasil melakukan isolasi bakteri ini pertama kali pada tahun 1885. DR. ESCHERICH juga berhasil membuktikan bahwa diare dan gastroenteritis yang terjadi pada infant adalah disebabkan oleh bakteri <em>Escherichia coli</em><em><strong>.</strong></em><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sifat-sifat virulensi dari <em>E. coli </em>dapat diklasifikasikan sebagai berikut :</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>E.coli</em> Enteropatogenik (EPEC) adalah penyebab penting diare pada bayi, khususnya di negara berkembang. EPEC melekat pada sel mukosa usus kecil. Akibat dari infeksi EPEC adalah diare cair, yang biasanya sembuh sendiri tapi dapat juga menjadi kronik.</li>
<p> <span id="more-66"></span></p>
<li><em>E.coli </em>Enterotoksigenik (ETEC) adalah penyebab yang sering dari “diare wisatawan” dan sangat penting menyebabkan diare pada bai di negara berkembang. Faktor kolonisasi ETEC yang spesifik untuk manusia menimbulkan pelekatan ETEC pada sel epitel usus kecil. Beberapa strain ETEC menghasilkan eksotoksin tidak tahan panas (LT) yang berada di bawah kendali genetik dari plasmid. LT bersifat antigenik dan bereaks silang dengan enterotoksin <em>Vibrio cholerae. </em>LT merangsang pembentukan antibodi netralisasi dalam serum pada orang yang sebelumnya terinfeksi dengan enterotoksigenik <em>E.coli. </em>Beberapa strain ETEC menghasilkan enterotoksin tahan panas Sta di bawah kendali sekelompok plasmid yang heterogen. Sta mengaktivasi guanil siklase pada sel epitel usus dan merangsang sekresi cairan. Enterotoksin tahan panas yang kedua, STb, merangsang sekresi siklik tidak bergantung nukleotida dengan  mula kerja yang pendek pada in vivo. Banyak strain positif Sta menghasilkan LT. Strain dengan kedua toksin ini menimbulkan diare yang berat.<em> </em></li>
<li><em>E.coli </em>Enterohemoragic (EHEC) menghasilkan verotoksin. EHEC berhubungan dengan kolitis hemoragik, bentuk diare yang berat, dan dengan sindroma uremia hemolitik, suatu penyakit akibat gagal ginjal akut, anemia hemolitik mikroangiopatik, dan trombositopenia.<em></em></li>
<li><em>E.coli </em>Enteroinvasif (EIEC) menimbulkan penyakit yang sangat mirip dengan shigelosis. Seperti Shigella, strain EIEC bersifat nonlaktosa atau melakukan fermentasi laktosa dengan lambat serta bersifat tidak dapar bergerak. EIEC menimbulkan penyakit melalui invasinya ke sel epitel mukosa usus.<em></em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><em>E. coli </em>Enteroagregatif (EAEC) menyebabkan diare akut dan kronik pada masyarakat di negara berkembang. Bakteri ini ditandai dengan pola khas pelekatannya pada sel manusia.<strong></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bila pertahanan inang normal tidak mencukupi, <em>E coli</em> dapat memasuki aliran darah dan menyebabkan sepsis. Bayi yang baru lahir dapat sangat rentan terhadap sepsis <em>E coli</em> karena tidak memiliki antibodi IgM. Sepsis dapat terjadi akibat infeksi saluran kemih.<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>E coli</em> dan streptokokus golongan adalah penyebab utama meningitis pada bayi. <em>E coli</em> merupakan penyebab pada sekitar 40% kasus meningitis neonatal, dan kira-kira 75% <em>E coli</em> dari kasus meningitis ini mempunyai antigen KI. Antigen ini bereaksi silang dengan polisakarida simpai golongan B dari <em>N meningitidis</em>. Mekanisme virulensi yang berhubungan dengan antigen KI tidak diketahui.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">source:</p>
<p>Jawetz, E, J. L. Melnick, E. A. Adelberg, G. F. Brooks, J. S. Butel, &amp; L. N. Ornston. 1995. <em>Mikrobiologi Kedokteran (Medical Microbiology)</em> <em>Edisi 20.</em> EGC.  Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2009/05/sign.jpg"><img class="size-full wp-image-9 alignright" title="sign" src="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2009/05/sign.jpg?w=645" alt=""   /></a><strong></strong><strong></strong><strong></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/signaterdadie.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/signaterdadie.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/signaterdadie.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/signaterdadie.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/signaterdadie.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/signaterdadie.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/signaterdadie.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/signaterdadie.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/signaterdadie.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/signaterdadie.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/signaterdadie.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/signaterdadie.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/signaterdadie.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/signaterdadie.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=66&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://signaterdadie.wordpress.com/2010/02/17/escherichia-coli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0316df565a987a1d148502a34935dbb7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">signaterdadie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2010/02/escherichia-coli-topview.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Escherichia coli</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2009/05/sign.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sign</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Formulasi Lip Pencil</title>
		<link>http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/21/formulasi-lip-pencil/</link>
		<comments>http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/21/formulasi-lip-pencil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 10:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>signaterdadie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[kosmetika]]></category>
		<category><![CDATA[lip pencil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://signaterdadie.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Sering terjadi salah pengartian antara pensil bibir (lip pensil) dengan lip liner. Lip Liner berfungsi mengoreksi bentuk bibir dan sekaligus bisa membuat awet tampilan lipstik Anda. Bisa digunakan dalam dua cara, cukup dengan menggaris tepi bibir sebagai bingkai; atau mengulaskan secara menyeluruh sesudahnya. Sedangkan lip pencil bentuknya lebih ringan dan lebih mudah mengaplikasikannya ketimbang lip [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=63&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering terjadi salah pengartian antara pensil bibir (lip pensil) dengan lip liner. Lip Liner berfungsi mengoreksi bentuk bibir dan sekaligus bisa membuat awet tampilan lipstik Anda. Bisa digunakan dalam dua cara, cukup dengan menggaris tepi bibir sebagai bingkai; atau mengulaskan secara menyeluruh sesudahnya. Sedangkan lip pencil bentuknya lebih ringan dan lebih mudah mengaplikasikannya ketimbang lip liner Lebih mudah untuk menggambar bahkan bisa dikreasikan. Kekurangannya, pinsil bibir ini bisa membuat bibir kering.</p>
<p>Pensil bibir merupakan produk yang memanfaatkan sifat-sifat dispersif Cera Bellina untuk menghasilkan suatu produk yang melapisi dengan mudah, dan meninggalkan warna  yang tahan air. Formulasinya adalah :<br />
<span id="more-63"></span><br />
Fase A :<br />
Castor Oil (caschem)								51.5%<br />
Candelilla Wax (Koster Keunen)						8%<br />
Carnauba Wax (Koster Keunen)						7%<br />
Microcrystalline Wax (Koster Keunen)					5%<br />
Ceresine 130/135 Wax (Koster Keunen)					3%<br />
Mineral Oil (Witco)								3%<br />
Cetyl Alcohol (P&amp;G)								1.5%<br />
Fase B:<br />
Cera Bellina (Pg-3 beeswax, Koster Keunen)				8%<br />
Iron Oxide Brown (Warner-Jenkinson)					2%<br />
Titanium Dioxide (Whittaker C&amp;D)						8%<br />
D&amp;C Red 6 (Whittaker C&amp;D)						        3%<br />
<strong><br />
Cara pembuatan :</strong><br />
Fase B dipanaskan sambil diaduk, sebarkan pigmen dan putus aglomerasi yang terlihat. Tambahkan Fase A ke Fase B, dipanaskan dan diaduk bersama dibawah agitasi. Merubah konsentrasi dari wax dan atau oil akan melembutkan atau mengeraskan produk untuk menjaga konsistensi ketika mengubah pigmen dan warna. Pigmen yang berbeda akan mempengaruhi sifat gelling dasar dan dikompensasi dengan perubahan konsentrasi lilin dan minyak yang digunakan.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-31" title="siggy" src="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2009/05/siggy.jpg?w=645" alt="siggy"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/signaterdadie.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/signaterdadie.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/signaterdadie.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/signaterdadie.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/signaterdadie.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/signaterdadie.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/signaterdadie.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/signaterdadie.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/signaterdadie.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/signaterdadie.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/signaterdadie.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/signaterdadie.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/signaterdadie.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/signaterdadie.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=63&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/21/formulasi-lip-pencil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0316df565a987a1d148502a34935dbb7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">signaterdadie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2009/05/siggy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">siggy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Desinfektan</title>
		<link>http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/08/desinfektan/</link>
		<comments>http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/08/desinfektan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 08:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>signaterdadie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://signaterdadie.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Sedangkan antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=48&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Sedangkan antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Bahan desinfektan dapat digunakan untuk proses desinfeksi tangan, lantai, ruangan, peralatan dan pakaian.</p>
<p><span id="more-48"></span></p>
<p>Pada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan. Tetapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak merusak jaringan tubuh atau tidak bersifat keras. Terkadang penambahan bahan desinfektan juga dijadikan sebagai salah satu cara dalam proses sterilisasi, yaitu proses pembebasan kuman. Tetapi pada kenyataannya tidak semua bahan desinfektan dapat berfungsi sebagai bahan dalam proses sterilisasi.</p>
<p>Bahan kimia tertentu merupakan zat aktif dalam proses desinfeksi dan sangat menentukan efektivitas dan fungsi serta target mikroorganime yang akan dimatikan. Dalam proses desinfeksi sebenarnya dikenal dua cara, cara fisik (pemanasan) dan cara kimia (penambahan bahan kimia). Dalam tulisan ini hanya difokuskan kepada cara kimia, khususnya jenis-jenis bahan kimia yang digunakan serta aplikasinya.</p>
<p>Banyak bahan kimia yang dapat berfungsi sebagai desinfektan, tetapi umumnya dikelompokkan ke dalam golongan aldehid atau golongan pereduksi, yaitu bahan kimia yang mengandung gugus -COH; golongan alkohol, yaitu senyawa kimia yang mengandung gugus -OH; golongan halogen atau senyawa terhalogenasi, yaitu senyawa kimia golongan halogen atau yang mengandung gugus -X; golongan fenol dan fenol terhalogenasi, golongan garam amonium kuarterner, golongan pengoksidasi, dan golongan biguanida.<strong> </strong></p>
<p>Telah dilakukan perbandingan koefisien fenol turunan aldehid (formalin dan glutaraldehid) dan halogen (iodium dan hipoklorit) terhadap mikroorganisme <em>Staphylococcus aureus</em> dan <em>Salmonella typhi</em> yang resisten terhadap ampisilin dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan dari disinfektan turunan aldehid dan halogen yang dibandingkan dengan fenol dengan metode uji koefisien fenol . Fenol digunakan sebagai kontrol positif, aquadest sebagai kontrol negatif dan larutan aldehid dan halogen dalam pengenceran 1 : 100 sampai 1 : 500 dicampur dengan suspensi bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> dan <em>Salmonella typhi</em> resisten ampisilin yang telah diinokulum, keburaman pada tabung pengenceran menandakan bakteri masih dapat tumbuh. Nilai koefisien fenol dihitung dengan cara membandingkan aktivitas suatu larutan fenol dengan pengenceran tertentu yang sedang diuji. Hasil dari uji koefisien fenol menunjukan bahwa disinfektan turunan aldehid dan halogen lebih efektif membunuh bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> dengan nilai koefisien fenol 3,57 ; 5,71 ; 2,14 ; 2,14 berturut-turut untuk formalin, glutaraldehid, iodium dan hipoklorit, begitu juga dengan bakteri <em>Salmonella typhi</em>, disinfektan aldehid dan halogen masih lebih efektif dengan nilai koefisien fenol 1,81 ; 2,72 ; 2,27 dan 2,27 berturut-turut untuk formalin, glutaraldehid, iodium dan hipoklorit.</p>
<p><strong>Disinfeksi dan antiseptik</strong></p>
<p>Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan jalam membunuh mikroorganisme patogen. Disinfektan yang tidak berbahaya bagi permukaan tubuh dapat digunakan dan bahan ini dinamakan antiseptik.</p>
<p>Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup, sedang desinfeksi digunakan pada benda mati. Desinfektan dapat pula digunakan sebagai antiseptik atau sebaliknya tergantung dari toksisitasnya.</p>
<p>Sebelum dilakukan desinfeksi, penting untuk membersihkan alat-alat tersebut dari debris organik dan bahan-bahan berminyak karena dapat menghambat proses disinfeksi.</p>
<p>Macam-macam desinfektan yang digunakan:</p>
<ol>
<li>Alkohol<br />
Etil alkohol atau propil alkohol pada air digunakan untuk mendesinfeksi kulit. Alkohol yang dicampur dengan aldehid digunakan dalam bidang kedokteran gigi unguk mendesinfeksi permukaan, namun ADA tidak menganjurkkan pemakaian alkohol untuk mendesinfeksi permukaan oleh karena cepat menguap tanpa meninggalkan efek sisa.</li>
<li>Aldehid<br />
Glutaraldehid merupakan salah satu desinfektan yang populer pada kedokteran gigi, baik tunggal maupun dalam bentuk kombinasi. Aldehid merupakan desinfektan yang kuat. Glutaraldehid 2% dapat dipakai untuk mendesinfeksi alat-alat yang tidak dapat disterilkan, diulas dengan kasa steril kemudian diulas kembali dengan kasa steril yang dibasahi dengan akuades, karena glutaraldehid yang tersisa pada instrumen dapat mengiritasi kulit/mukosa, operator harus memakai masker, kacamata pelindung dan sarung tangan heavy duty. Larutan glutaraldehid 2% efektif terhadap bakteri vegetatif seperti M. tuberculosis, fungi, dan virus akan mati dalam waktu 10-20 menit, sedang spora baru alan mati setelah 10 jam.</li>
<li>Biguanid<br />
Klorheksidin merupakan contoh dari biguanid yang digunakan secara luas dalam bidang kedokteran gigi sebagai antiseptik dan kontrok plak, misalnya 0,4% larutan pada detergen digunakan pada surgical scrub (Hibiscrub), 0,2% klorheksidin glukonat pada larutan air digunakan sebagai bahan antiplak (Corsodyl) dan pada konsentrasi lebih tinggi 2% digunakan sebagai desinfeksi geligi tiruan. Zat ini sangat aktif terhadap bakteri Gram(+) maupun Gram(-). Efektivitasnya pada rongga mulut terutama disebabkan oleh absorpsinya pada hidroksiapatit dan salivary mucus.</li>
<li>Senyawa halogen. Hipoklorit dan povidon-iodin adalah zat oksidasi dan melepaskan ion halide. Walaupun murah dan efektif, zat ini dapat menyebabkan karat pada logam dan cepat diinaktifkan oleh bahan organik (misalnya Chloros, Domestos, dan Betadine).</li>
<li>Fenol<br />
Larutan jernih, tidak mengiritasi kulit dan dapat digunakan untuk membersihkan alat yang terkontaminasi oleh karena tidak dapat dirusak oleh zat organik. Zat ini bersifat virusidal dan sporosidal yang lemah. Namun karena sebagian besar bakteri dapat dibunuh oleh zat ini, banyak digunakan di rumah sakit dan laboratorium.</li>
<li>Klorsilenol<br />
Klorsilenol merupakan larutan yang tidak mengiritasi dan banyak digunakan sebagai antiseptik, aktifitasnya rendah terhadap banyak bakteri dan penggunaannya terbatas sebagai desinfektan (misalnya Dettol).</li>
</ol>
<p><strong>Desinfeksi permukaan</strong></p>
<p>Disinfektan dapat membunuh mikroorganisme patogen pada benda mati. Disinfektan dibedakan menurut kemampuannya membunuh beberapa kelompok mikroorganisme, disinfektan &#8220;tingkat tinggi&#8221; dapat membunuh virus seperti virus influenza dan herpes, tetapi tidak dapat membunuh virus polio, hepatitis B atau M. tuberculosis.</p>
<p>Untuk mendesinfeksi permukaan dapat dipakai salah satu dari tiga desinfektan seperti iodophor, derivate fenol atau sodium hipokrit :</p>
<ul>
<li>Iodophor dilarutkan menurut petunjuk pabrik. Zat ini harus dilarutkan baru setiap hari dengan akuades. Dalam bentuk larutan, desinfektan ini tetap efektif namun kurang efektif bagi kain atau bahan plastik.</li>
<li>Derivat fenol (O-fenil fenol 9% dan O-bensil-P klorofenol 1%) dilarutkan dengan perbandingan 1 : 32 dan larutan tersebut tetap stabil untuk waktu 60 hari. Keuntungannya adalah &#8220;efek tinggal&#8221; dan kurang menyebabkan perubahan warna pada instrumen atau permukaan keras.</li>
<li>Sodium hipoklorit (bahan pemutih pakaian) yang dilarutkan dengan perbandingan 1 : 10 hingga 1 : 100, harganya murah dan sangat efektif. Harus hati-hati untuk beberapa jenis logam karena bersifat korosif, terutama untuk aluminium. Kekurangannya yaitu menyebabkan pemutihan pada pakaian dan menyebabkan baru ruangan seperti kolam renang.</li>
</ul>
<p>Untuk mendesinfeksi permukaan, umumnya dapat dipakai satu dari tiga desinfektan diatas. Tiap desinfektan tersebut memiliki efektifitas &#8220;tingkat menengah&#8221; bila permukaan tersebut dibiarkan basah untuk waktu 10 menit.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-31" title="siggy" src="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2009/05/siggy.jpg?w=645" alt="siggy"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/signaterdadie.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/signaterdadie.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/signaterdadie.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/signaterdadie.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/signaterdadie.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/signaterdadie.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/signaterdadie.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/signaterdadie.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/signaterdadie.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/signaterdadie.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/signaterdadie.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/signaterdadie.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/signaterdadie.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/signaterdadie.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=48&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/08/desinfektan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0316df565a987a1d148502a34935dbb7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">signaterdadie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2009/05/siggy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">siggy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mikromeritika</title>
		<link>http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/08/mikromeritika/</link>
		<comments>http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/08/mikromeritika/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 03:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>signaterdadie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Praktikum]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi fisik]]></category>
		<category><![CDATA[mikromeritika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://signaterdadie.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Mikromeritika adalah ilmu dan tekhnologi mengenai partikel kecil. Pengetahuan dan kontrol dari ukuran partikel penting dalam ilmu farmasi dan material. Ukuran dan juga luas permukaan partikel, dapat berhubungan dengan sifat fisik, sifat kimia dan sifat-sifat farmakologi dari obat-obatan. Secara klinis, ukuran partikel obat dapat mempengaruhi pelepasan dari bentuk sediaan yang diberikan secara oral, parenteral, rektal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=42&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mikromeritika adalah ilmu dan tekhnologi mengenai partikel kecil. Pengetahuan dan kontrol dari ukuran partikel penting dalam ilmu farmasi dan material. Ukuran dan juga luas permukaan partikel, dapat berhubungan dengan sifat fisik, sifat kimia dan sifat-sifat farmakologi dari obat-obatan. Secara klinis, ukuran partikel obat dapat mempengaruhi pelepasan dari bentuk sediaan yang diberikan secara oral, parenteral, rektal dan topikal. Formulasi yang baik dari suspensi, emulsi dan tablet, baik stabilitas fisika dan respon farmakologi juga tergantung pada ukuran partikel yang ada dalam produk.</p>
<p>Banyak metode yang bisa digunakan untuk menentukan ukuran partikel. <em><strong>Mikroskopi, sieving, sedimentasi dan determinasi </strong></em>partikel adalah beberapa metode yang biasa digunakan.</p>
<p>Kecepatan alir serbuk ditentukan dengan cara mengukur waktu jatuh yang diperlukan oleh sejumlah serbuk yang ditaruh di dalam suatu corong sampai seluruh serbuk itu turun. Cara pengukuran tersebut di samping menentukan kecepatan alir serbuk juga dapat menetapkan sudut istirahat yaitu sudut yang dibentuk antara lereng timbunan serbuk dengan bidang datar.<br />
<span id="more-42"></span><br />
Kecepatan (density) didefinisikan sebagai berat per unit volume. Terdapat tiga tipe dari kerapatan :</p>
<ol>
<li><strong>Kerapatan Sejati</strong> (<em>true density</em>). Kerapatan sejati, ρ, adalah kerapatan bahan padat sebenarnya. Kerapatan sejati ditentukan secara piknometris.</li>
<li><strong>Kerapatan Curah </strong>(<em>bukl density)</em>. Kerapatan curah didefinisikan sebagai massa dari serbu dibagi dengan volume bulk. Kecepatan curah ditentukan dengan mengukur volume serbuk di dalam gelas ukur dari sejumlah tertentu yang telah ditimbang. Kerapatan curah bukan suatu properti intrinsik dari suatu material, melainkan dapat berubah, tergantung pada bagaimana materi ditangani. Sebagai contoh, sebuag bubuk dituangkan kedalam silinder akan memilik kerapatan curah tertentu, jika silinder terganggu, partikel serbuk akan bergerak dan biasanya menetap lebih dekat bersama-sama, menghasilkan kerapatan curah yang lebih tinggi.</li>
<li><strong>Kerapatan Mampat</strong> (<em>tapped density)</em>. Kerapatan mampat adalah kerapatan yang diperoleh jika serbuk di dalam gelas ukur diketuk-ketukkan ( dimampatkan sampai volumenya tetap dengan alat tapping density.</li>
</ol>
<p>Indeks Carr adlah indikasi dari kompresabilitas dar serbuk, formulanya adalah :</p>
<p><a href="http://s148.photobucket.com/albums/s20/typut/?action=view&amp;current=44978fa2bf6af8294d72aba1e6fe32a2.png" target="_blank"><img src="http://i148.photobucket.com/albums/s20/typut/44978fa2bf6af8294d72aba1e6fe32a2.png" border="0" alt="Photobucket" /></a></p>
<p>dimana ρB adalah <em>bulk density</em> dan ρT adalah <em>tapped density.</em> Indeks Carr sering digunakan dalam ilmu farmasi sebagai indikasi dari sifat aliran. Jika Indeks Carr lebih dari 25% dianggap sifat alirannya buruk, dan jika dibawah 15% maka sifat alirannya baik.</p>
<p>Indeks Carr berhubungan dengan Rasio Hausner, indikasi sifat aliran lainnya. Formula dari Rasio Hausner adalah :</p>
<p><a href="http://s148.photobucket.com/albums/s20/typut/?action=view&amp;current=30e297c5ed11af0a67a953701905657c.png" target="_blank"><img src="http://i148.photobucket.com/albums/s20/typut/30e297c5ed11af0a67a953701905657c.png" border="0" alt="Photobucket" /></a><br />
dimana ρB adalah <em>bulk density</em> dan ρT adalah <em>tapped density.</em><br />
Sifat alir/fluiditas serbuk tidak dapat dinilai atas karakter individu partikel. Paramer fluiditas serbuk bersifat empiris dan tidak merupakan harga yang pasti yang dapat dihitung dengan persamaan matematis yang dijabarkan dari sifat individual serbuk. Fakor-faktor yang berpengaruh pada fluiditas serbuk :</p>
<ul>
<li>Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel (particle size and size distribution)</li>
<li>Bentuk partikel (particle shape) dan tekstur (texture)</li>
<li>Kerapatan jenis (bulk density)</li>
<li>Porositas (porosity)</li>
<li>Kandungan lembab (MC)</li>
<li>Kondisi percobaan (handling and processing conditions)</li>
<li>Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel (particle size and size distribution)</li>
</ul>
<p>Secara umum, untuk partikel yang ekidimensional (teratur=bulat, kubus) semakin besar diameter maka sifat alir semakin baik. Sedang, untuk partikel yang anisometrik maka hasilnya bisa lain. Sifat alir terbaik terjadi pada diameter optimum partikel. Pada umumnya semakin bulat (masif=peluru) maka sifat alir semakin baik. Semakin tidak beraturan maka sifat alir semakin jelek. Tekstur semakin halus maka semakin kecil gaya gesek friksi) antar partikel (F2) sehingga semakin mudah mengalir. Sebaliknya, semakin kasar permukaan partikel maka semakin besar friksi antar partikel (F2) semakin sulit mengalir. Semakin besar porositas maka semakin kecil kontak antar partikel maka kecepatan alir akan semakin baik. Pada kondisi kandungan lembab yang tinggi ikatan antar partikel akan lebih kuat (F2), karena luas kontak antar permukaan serbuk naik. Apabila gaya tarik antar partikel serbuk semakin kuat, maka serbuk akan semakin sukar mengalir.</p>
<p><em><img class="alignright size-full wp-image-31" title="siggy" src="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2009/05/siggy.jpg?w=645" alt="siggy"   /><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/signaterdadie.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/signaterdadie.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/signaterdadie.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/signaterdadie.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/signaterdadie.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/signaterdadie.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/signaterdadie.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/signaterdadie.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/signaterdadie.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/signaterdadie.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/signaterdadie.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/signaterdadie.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/signaterdadie.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/signaterdadie.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=42&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/08/mikromeritika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0316df565a987a1d148502a34935dbb7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">signaterdadie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i148.photobucket.com/albums/s20/typut/44978fa2bf6af8294d72aba1e6fe32a2.png" medium="image">
			<media:title type="html">Photobucket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i148.photobucket.com/albums/s20/typut/30e297c5ed11af0a67a953701905657c.png" medium="image">
			<media:title type="html">Photobucket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2009/05/siggy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">siggy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indera peraba</title>
		<link>http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/05/indera-peraba/</link>
		<comments>http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/05/indera-peraba/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 15:09:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>signaterdadie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[anfisman]]></category>
		<category><![CDATA[indera peraba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://signaterdadie.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Indra peraba merupakan indera yang sederhana, umumnya tersebar pada kulit mamalia dan sedikit sekali pada vertebrata rendah. Kepekaan peraba pada manusia sangat besar, terutama di ujung jari dan bibir. Klasifikasi reseptor antara lain: Berdasarkan tipe energi khusus atau kepekaan terhadap modalitas tertentu 1. Termoreseptor (peka terhadap perubahan suhu). 2. Mekanoreseptor (peka terhadap sentuhan dan tekanan). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=37&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indra peraba merupakan indera yang sederhana, umumnya tersebar pada kulit mamalia dan sedikit sekali pada vertebrata rendah. Kepekaan peraba pada manusia sangat besar, terutama di ujung jari dan bibir.</p>
<p>Klasifikasi reseptor antara lain:</p>
<ul>
<li>Berdasarkan tipe energi khusus atau kepekaan terhadap modalitas tertentu</li>
</ul>
<p>1. Termoreseptor (peka terhadap perubahan suhu).</p>
<p>2. Mekanoreseptor (peka terhadap sentuhan dan tekanan).</p>
<p>3. Kemoreseptor (peka terhadap perubahan kimiawi).</p>
<p>4. Osmoreseptor (peka terhadap perubahan tekanan osmotik).</p>
<ul>
<li>Berdasarkan sumber rangsangan</li>
</ul>
<p>1. Ekteroreseptor, terletak pada permukaan tubuh dan berespons terhadap rangsangan eksterna atau luar.</p>
<p>2. Proprioreseptor, berespons terhadap perubahan posisi dan pergerakan terutama berhubungan dengan sistem muskuloskeletal.</p>
<p>3. Interoreseptor, terletak pada visera/ alat dalam dan pembuluh darah.</p>
<ul>
<li>Berdasarkan morfologi</li>
</ul>
<p>1. Badan terakhir yang bebas/ terbuka (tanpa kapsul) yang tak berhubungan dengan tipe sel lainnya.</p>
<p>2. Badan akhir yang berkapsul (korpuskular) yang mengandung unsur bukan saraf di samping saraf badan akhir saraf.</p>
<p>Reseptor-reseptor yang terletak di alat indera peraba antara lain :</p>
<p>1.  Ujung Saraf Bebas</p>
<p>Serat saraf sensorik aferen berakhir sebagai ujung akhir saraf bebas pada banyak jaringan tubuh dan merupakan reseptor sensorik utama dalam kulit. Serat akhir saraf bebas ini merupakan serat saraf yang tak bermielin, atau serat saraf bermielin berdiameter kecil, yang semua telah kehilangan pembungkusnya sebelum berakhir, dilanjutkan serat saraf terbuka yang berjalan di antara sel epidermis. Sebuah serat saraf seringkali bercabang-cabang banyak dan mungkin berjalan ke permukaan, sehingga hampir mencapai stratum korneum. Serat yang berbeda mungkin menerima perasaan raba, nyeri dan suhu. Sehubungan dengan folikel rambut, banyak cabang serat saraf yang berjalan longitudinal dan melingkari folikel rambut dalam dermis.</p>
<p>Beberapa saraf berhubungan dengan jaringan epitel khusus. Pada epidermis berhubungan dengan sel folikel rambut dan mukosa oral, akhir saraf membentuk badan akhir seperti lempengan (diskus atau korpuskel merkel). Badan ini merupakan sel yang berwarna gelap dengan banyak juluran sitoplasma. Seperti mekanoreseptor badan ini mendeteksi pergerakan antara keratinosit dan kemungkinan juga gerakan epidermis sehubungan dengan jaringan ikat di bawahnya. Telah dibuktikan bahwa beberapa diskus merkel merespon rangsangan getaran dan juga resepor terhadap dingin.<br />
<span id="more-37"></span><br />
2.  Korpuskulus Peraba (Meissner)</p>
<p>Korpuskulus peraba (Meissner) terletak pada papila dermis, khususnya pada ujung jari, bibir, puting dan genetalia. Bentuknya silindris, sumbu panjangnya tagak lurus permukaan kulit dan berukuran sekitar 80 mikron dan lebarnya sekitar 40 mikron. Sebuah kapsul jaringan ikat tipis menyatu dengan perinerium saraf yang menyuplai setiap korpuskel. Pada bagian tengah korpuskel terdapat setumpuk sel gepeng yang tersusun transversal. Beberapa sel saraf menyuplai setiap korpuskel dan serat saraf ini mempunyai banyak cabang mulai dari yang mengandung mielin maupun yang tak mangandung mielin. Korpuskulus ini peka terhadap sentuhan dan memungkinkan diskriminasi/ pembedaan dua titik (mampu membedakan rangsang dua titik yang letaknya berdekatan).</p>
<p>3.  Korpuskulus Berlamel (Vater Pacini)</p>
<p>Korpuskulus berlamel (vater pacini) ditemukan di jaringan subkutan pada telapak tangan, telapak kaki, jari, puting, periosteum, mesenterium, tendo, ligamen dan genetalia eksterna. Bentuknya bundar atau lonjong, dan besar (panjang 2 mm, dan diameter 0,5 – 1 mm). Bentuk yang paling besar dapat dilihat dengan mata telanjang, karena bentuknya mirip bawang.</p>
<p>Setiap korpuskulus disuplai oleh sebuah serat bermielin yang besar dan juga telah kehilangan sarung sel schwannya pada tepi korpuskulus. Akson saraf banyak mengandung mitokondria. Akson ini dikelilingi oleh 60 lamela yang tersusun rapat (terdiri dari sel gepeng). Sel gepeng ini tersusun bilateral dengan dua alur longitudinal pada sisinya.</p>
<p>Korpuskulus ini berfungsi untuk menerima rangsangan tekanan yang dalam.</p>
<p>4.  Korpuskulus Gelembung (Krause)</p>
<p>Korpuskulus gelembung (krause) ditemukan di daerah mukokutis (bibir dan genetalia eksterna), pada dermis dan berhubungan dengan rambut. Korpuskel ini berbentuk bundar (sferis) dengan diameter sekitar 50 mikron. Mempunyai sebuah kapsula tebal yang menyatu dengan endoneurium. Di dalam korpuskulus, serat bermielin kehilangan mielin dan cabangnya tetapi tetap diselubungi dengan sel schwann. Seratnya mungkin bercabang atau berjalan spiral dan berakhir sebagai akhir saraf yang menggelembung sebagai gada. Korpuskel ini jumlahnya semakin berkurang dengan bertambahnya usia.</p>
<p>Korpuskel ini berguna sebagai mekanoreseptor yang peka terhadap dingin.</p>
<p>5.  Korpuskulus Ruffini</p>
<p>Korpuskulus ini ditemukan pada jaringan ikat termasuk dermis dan kapsula sendi. Mempunyai sebuah kapsula jaringan ikat tipis yang mengandung ujung akhir saraf yang menggelembung. Korpuskulus ini merupakan mekanoreseptor, karena mirip dengan organ tendo golgi.</p>
<p>Korpuskulus ini terdiri dari berkas kecil serat tendo (fasikuli intrafusal) yang terbungkus dalam kapsula berlamela. Akhir saraf tak bermielin yang bebas, bercabang disekitar berkas tendonya. Korpuskulus ini terangsang oleh regangan atau kontraksi otot yang bersangkutan juga untuk menerima rangsangan panas.</p>
<p>6.  Spindel Neuromuskular</p>
<p>Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan. Kulit merupakan organ tubuh paling luar. Luas kulit orang dewasa 1,5 m2 dengan berat 15% berat badan. Kulit yang elastic dan longgar terdapat pada palpebra, bibir dan preputium, ulit yang tebal dan tegang terdapat di telapak kaki dan telapak tangan dewasa. Kulit yang tipis terdapat pada muka, kulit yang lembut terdapat pada leher dan badan, dan kulit yang berambut kasar terdapat pada kepala.</p>
<p><strong>Anatomi Kulit</strong></p>
<p>Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.</p>
<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">Epidermis</span></li>
</ol>
<p>Terbagi atas 4 lapisan:</p>
<p>a.         Lapisan basal / stratum germinativum</p>
<p>Terdiri dari sel – sel kuboid yang tegak lurus terhadap dermis. Tersusun sebagai tiang pagar atau palisade. Lapisan terbawah dari epidermis. Terdapat melanosit yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin( melindungi kulit dari sinar matahari. Terdapat aktifitas mitosis yang hebat dan bertanggung jawab dalam pembaharuan sel epidermis secara konstan. Epidermis diperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi ke permukaan, hal ini tergantung letak, usia dan faktor lain. Merupakan satu lapis sel yang mengandung melanosit.</p>
<p>b.          Lapisan Malpighi/ stratum spinosum.</p>
<p>Lapisan epidermis yang paling tebal. Terdiri dari sel polygonal. Sel – sel mempunyai protoplasma yang menonjol yang terlihat seperti duri. Terdapat berkas-berkas filament yang dinamakan tonofibril, dianggap filamen-filamen tersebut memegang peranan penting untuk mempertahankan kohesi sel dan melindungi terhadap efek abrasi. Epidermis pada tempat yang terus mengalami gesekan dan tekanan mempunyai stratum spinosum dengan lebih banyak tonofibril. Stratum basale dan stratum spinosum disebut sebagai lapisan Malfigi. Terdapat sel Langerhans.</p>
<p>c.         Lapisan Granular / s. granulosum.</p>
<p>Terdiri dari butir – butir granul keratohialinyang basofilik. Terdapat berkas-berkas filament yang dinamakan tonofibril, dianggap filamen-filamen tersebut memegang peranan penting untuk mempertahankan kohesi sel dan melindungi terhadap efek abrasi. Epidermis pada tempat yang terus mengalami gesekan dan tekanan mempunyai stratum spinosum dengan lebih banyak tonofibril. Stratum basale dan stratum spinosum disebut sebagai lapisan Malfigi. Terdapat sel Langerhans.</p>
<p>d.          Lapisan tanduk / korneum.</p>
<p>Terdiri dari 20 – 25 lapis sel tanduk tanpa inti.</p>
<p>e.         Stratum Lusidum</p>
<p>Berupa garis translusen, biasanya terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan. Tidak tampak pada kulit tipis.</p>
<p>Setiap kulit yang mati banyak mengandung keratin yaitu protein fibrous insoluble yang membentuk barier terluar kulit yang berfungsi:</p>
<ul>
<li>Mengusir mikroorganisme patogen.</li>
<li>Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan dari tubuh.</li>
<li>Unsure utam yang mengerskan rambut dan kuku.</li>
</ul>
<p>Setiap kulit yang mati akan terganti tiap 3- 4 minggu. Dalam epidermis terdapat 2 sel yaitu :</p>
<p>1.         Sel merkel.</p>
<p>Fungsinya belum dipahami dengan jelastapi diyakini berperan dalam pembentukan kalus dan klavus pada tangan dan kaki.</p>
<p>2.         Sel langerhans.</p>
<p>Berperan dalam respon – respon antigen kutaneus.</p>
<p>Epidermis akan bertambah tebal jika bagian tersebut sering digunakan. Persambungan antara epidermis dan dermis di sebut rete ridge yang berfunfgsi sebagai tempat pertukaran nutrisi yang essensial. Dan terdapat kerutan yang disebut fingers prints.</p>
<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">DERMIS.( korium)</span></li>
</ol>
<p>Merupakan lapisan dibawah epidermis. Merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai “True Skin”. Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis. Tebalnya bervariasi, yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm.</p>
<p>Dermis terdiri dari dua lapisan :</p>
<ul>
<li>Lapisan papiler; tipis mengandung jaringan ikat jarang.</li>
<li>Lapisan retikuler; tebal terdiri dari jaringan ikat padat.</li>
</ul>
<p>Serabut-serabut kolagen menebal dan sintesa kolagen berkurang dengan bertambahnya usia. Serabut elastin jumlahnya terus meningkat dan menebal, kandungan elastin kulit manusia meningkat kira-kira 5 kali dari fetus sampai dewasa. Pada usia lanjut kolagen saling bersilangan dalam jumlah besar dan serabut elastin berkurang menyebabkan kulit terjadi kehilangan kelemasannya dan tampak mempunyai banyak keriput.</p>
<p>Dermis mempunyai banyak jaringan pembuluh darah. Dermis juga mengandung beberapa derivat epidermis yaitu folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat. Kualitas kulit tergantung banyak tidaknya derivat epidermis di dalam dermis.</p>
<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">JARINGAN SUBKUTAN ATAU HIPODERMIS / SUBCUTIS.</span></li>
</ol>
<p>Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak. Merupakan jaringan adipose sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan tulang. Sebagai mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas. Sebagai bantalan terhadap trauma. Tempat penumpukan energi. Merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri dari lapisan lemak. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya. Jumlah dan ukurannya berbeda-beda menurut daerah di tubuh dan keadaan nutrisi individu. Berfungsi menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi.</p>
<p>Fungsi Subkutis / hipodermis : melekat ke struktur dasar, isolasi panas, cadangan kalori, kontrol bentuk tubuh dan mechanical shock absorber.</p>
<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">RAMBUT.</span></li>
</ol>
<p>Terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian dorsal dari falang distal jari tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir.</p>
<p>Terdapat 2 jenis rambut :</p>
<p>a           Rambut terminal ( dapat panjang dan pendek.)</p>
<p>b.         Rambut velus( pendek, halus dan lembut).</p>
<p>Fungsi rambut</p>
<p>Melindungi kulit dari pengaruh buruk:Alis mata melindungi mata dari keringat agar tidak mengalir ke mata, bulu hidung (vibrissae), menyaring udara serta berfungsi sebagai pengatur suhu, pendorong penguapan keringat dan indera peraba yang sensitive.</p>
<p>Rambut terdiri dari akar ( sel tanpa keratin) dan batang ( terdiri sel keratin ).Bagian dermis yang masuk dalam kandung rambut disebut papil.</p>
<p>Terdapat 2 fase :</p>
<p>1.          Fase pertumbuhan (Anagen)</p>
<p>Kecepatan pertumbuhan rambut bervariasi rambut janggut tercepat diikuti kulit kepala. Berlangsung sampai dengan usia 6 tahun. 90 % dari 100.000 folikel rambut kulit kepala normal mengalami fase pertumbuhan pada satu saat.</p>
<p>2.         Fase Istirahat( Telogen)</p>
<p>Berlangsung + 4 bulan, rambut mengalami kerontokan,50 – 100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya.</p>
<p>Gerak merinding jika terjadi trauma , stress, disebut Piloereksi. Warna rambut ditentukan oleh jumlah melanin . Pertumbuhan rambut pada daerah tertentu dikontrol oleh hormon seks( rambut wajah, janggut, kumis, dada, punggung, di kontrol oleh H. Androgen). Kuantitas dan kualitas distribusi rambut ditentukan oleh kondisis Endokrin.</p>
<ol>
<li><span style="text-decoration:underline;">KUKU</span></li>
</ol>
<p>Permukaan dorsal ujung distal jari tangan atau kaki tertdapat lempeng keatin yang keras dan transparan.tumbuh dari akar yang disebut kutikula. Berfungsi mengangkat benda – benda kecil. Pertumbuhan rata- rata 0,1 mm / hari.pembaruan total kuku jari tangan : 170 hari dan kuku kaki: 12- 18 bulan.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">KELENJAR – KELENJAR PADA KULIT</span></p>
<p>1.           Kelenjar Sebasea</p>
<p>Berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara folikel rambut dan batang rambut yang akan melumasi rambut sehingga menjadi halus lentur dan lunak.</p>
<p>2.         Kelenjar keringat</p>
<p>Diklasifikasikan menjadi 2 kategori:</p>
<p>a.          Kelenjar Ekrin terdapat disemua kulit.</p>
<p>Melepaskan keringat sebgai reaksi penngkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh. Kecepatan sekresi keringat dikendalkan oleh saraf simpatik.pengekuaran keringat oada tangan, kaki, aksila, dahi, sebagai reaksi tubuh terhadap setress, nyeri dll.</p>
<p>b.         Kelenjar Apokrin.</p>
<p>Terdapat di aksil, anus, skrotum, labia mayora, dan berm,uara pada folkel rambut. Kelenjar ininaktif pada masa pubertas,pada wanit a akan membesar dan berkurang pada siklus haid. Kelenjar apokrin memproduksi keringat yang keruh seperti susu yang diuraikan oleh bajkteri menghasilkan bau khas pada aksila. Pada telinga bagian luar terdapat kelenjar apokrin khusus yang disebut Kelenjar seruminosa yang menghasilkan serumen(wax).</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">FISIOLOGI KULIT</span></p>
<p>Kulit merupakan organ yang berfungsi sangat penting bagi tubuh diantaranya adalah memungkinkan bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, sebagai barier infeksi, mengontrol suhu tubuh (termoregulasi), sensasi, eskresi dan metabolisme.</p>
<p>Fungsi proteksi kulit adalah melindungi dari kehilangan cairan dari elektrolit, trauma mekanik, ultraviolet dan sebagai barier dari invasi mikroorganisme patogen. Sensasi telah diketahui merupakan salah satu fungsi kulit dalam merespon rangsang raba karena banyaknya akhiran saraf seperti pada daerah bibir, puting dan ujung jari. Kulit berperan pada pengaturan suhu dan keseimbangan cairan elektrolit. Termoregulasi dikontrol oleh hipothalamus. Temperatur perifer mengalami proses keseimbangan melalui keringat, insessible loss dari kulit, paru-paru dan mukosa bukal. Temperatur kulit dikontrol dengan dilatasi atau kontriksi pembuluh darah kulit. Bila temperatur meningkat terjadi vasodilatasi pembuluh darah, kemudian tubuh akan mengurangi temperatur dengan melepas panas dari kulit dengan cara mengirim sinyal kimia yang dapat meningkatkan aliran darah di kulit. Pada temperatur yang menurun, pembuluh darah kulit akan vasokontriksi yang kemudian akan mempertahankan panas.<span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">FUNGSI KULIT SECARA UMUM.</span></p>
<p>1. Sebagai proteksi</p>
<ul>
<li>Masuknya benda- benda dari luar(benda asing ,invasi bacteri.)</li>
<li>Melindungi dari trauma yang terus menerus.</li>
<li>Mencegah keluarnya cairan yang berlebihan dari tubuh.</li>
<li>Menyerap berbagai senyawa lipid vit. Adan D yang larut lemak.</li>
<li>Memproduksi melanin mencegah kerusakan kulit dari sinar UV.</li>
</ul>
<p>2. Pengontrol atau pengatur suhu.</p>
<p>Vasokonstriksi pada suhu dingn dan dilatasi pada kondisi panas peredaran darah meningkat terjadi penguapan keringat.</p>
<p>3. Proses hilangnya panas dari tubuh:</p>
<ul>
<li>Radiasi: pemindahan panas ke benda lain yang suhunya lebih rendah.</li>
<li>Konduksi : pemindahan panas dari tubuh ke benda lain yang lebih dingin yang bersentuhan dengan tubuh.</li>
<li>Evaporasi : membentuk hilangnya panas lewat konduksi</li>
<li>Kecepatan hilangnya panas dipengaruhi oleh suhu permukaan kulit yang ditentukan oleh peredaran darah kekulit.(total aliran darah N: 450 ml / menit.)</li>
</ul>
<p>3. Sensibilitas</p>
<p>Mengindera suhu, rasa nyeri, sentuhan dan rabaaan.</p>
<p>4. Keseimbangan air</p>
<p>Sratum korneum dapat menyerap air sehingga mencegah kehilangan air serta elektrolit yang berlebihan dari bagian internal tubuh dan mempertahankan kelembaban dalam jaringan subcutan. Air mengalami evaporasi (respirasi tidak kasat mata)+ 600 ml / hari untuk dewasa.</p>
<p>5. Produksi vitamin.</p>
<p>Kulit yang terpejan sinar UV akan mengubah substansi untuk mensintesis vitamin D.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">PENYAKIT KULIT</span></p>
<ol>
<li>EKSEMA INFANTIL dan MASA KANAK-KANAK</li>
</ol>
<p>Eksema merupakan istilah yang menguraikan setiap dematosis inflamatoar yang khas dengan adanya eritema, papula, vesikula, cairan, krusta dan skuama pada berbagai fase resolusi. Keadaan ini melibatkan epidermis dan lapisan vaskuler kulit.</p>
<p>Inflamasi disebabkan oleh beberapa iritan dalam tubuh yang menimbulkan erupsi. Ini berasal dari kapiler. Kasus yang ringan hanya terdapat eritema dan skuama tetepi seringkali terdapat vesikula dan keadaan basah (weeping wells).</p>
<p>Tampaknya terdapat faktor herediter yang kuat dan kondisi ini kambuh sepanjang hidup. Keadaan ini juga diduga merupakan penyakit alergi. (Suatu alergi didefinisikan sebagai perubahan reaksi jaringan pada individu tertentu pada paparan terhadap bahan yang dalam jumlah yang sama, tidak menimbulkan apa-apa pada yang lain). Mekanisme yang terlibat diduga adalah sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Terdapat pembebasan histamin, suatu bahan yang kuat yang menyebabkan kontraksi otot polos, dilatasi kapiler dan penurunan tekanan darah</li>
<li>Pembebasan bahan lain, misalnya, asetil kolin</li>
<li>Reaksi antara alergen dan suatu antibodi</li>
</ul>
<p>Eksema jarang timbul sebelum bulan kehidupan kedua dan ketiga dan sebagian kasus hilang secara spontan pada ulang tahun kedua dan ketiga. Lebih sering terjadi pada bayi yang diberi makanan buatan dibanding pada bayi yang diberi ASI.</p>
<p>Gambaran Klinik :</p>
<p>Lesi kulit pada awalnya tampak pada pipi, dahi dan kulit kepala, tetapi juga ditemukan pada permukaan fleksor dari lengan dan tungkai. Pada akhirnya mereka menyebar pada seluruh permukaan kulit. Hal ini sangat gatal dan sebagian besar perubahan kulit timbul akibat menggaruk, menggosok dan ekskoriasi.</p>
<ol>
<li>Impetigo</li>
</ol>
<p>Impetigo merupakan infeksi stafilokokus, mulai sebagai lepuh kecil yang mengering dengan cepat untuk membentuk suatu skab dengan sebaran tepi yang mertah basah. Pada neonatus ditemukan sebagai pemfigus neonatorum yang nyata bulosa. Pemfigus neonatorum merupakan penyakit yang harus dilaporkan di Inggris.</p>
<ol>
<li>Psoriasis</li>
</ol>
<p>Diagnosis dengan inspeksi tidak sukar. Keadaan ini merupakan penyakit fungsional yang cenderung diwariskan.</p>
<p>Gambaran Klinik :</p>
<p>Masing-masing lesi berbatas jelas. Berwarna merah salmon dipengaruhi oleh tumpukan sisik keperakan. Terutama mengenai siku-siku, lutut dan kulit kepala, tetapi dapat terjadi dimanapun. Kondisi ini dapat dicetuskan oleh infeksi seperti tonsilitis ; stres emosi tampaknya juga terdari sebagai faktor predisposisi.</p>
<ol>
<li>Scabies</li>
</ol>
<p>Scabies disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei. Betina yang hamil bersarang dalam lapisan tanduk dari epidermis. Di sini ia bertelur beberapa butir setiap hari yang menetas mengeluarkan banyak pinjal muda yang makan dalam orifisium dari glandula skretoris.</p>
<p>Sarang tampak sebagai garis putih dengan tepi yang tidak teratur, pada akhir sarang ini terdapat tempat pinjal. Sarang ditemukan pada lipatan, antara jari-jari, pada genitalia dan pada muka bayi. Kondisi ini ditularkan oleh kontak yang intim dan cenderung mengenai seluruh keluarga.</p>
<p>Gambaran Klinik:</p>
<p>Gatal merupakan tanda utama dan pada pemeriksaan gambaran di atas akan ditemukan. Garukan menyebabkan pendarahan dan infeksi tumpang tindih dengan penyakit ini.</p>
<ol>
<li>Akne</li>
</ol>
<p>Akne merupakan penyakit dari folikel sebasea yaitu folikel yang mempunyai glandula sebasea yang banyak dan tidak mempunyai bulu. Arpertura dari glandula sebasea terblokir oleh sumbat tanduk (blackheads) dan terdapat retensi dari sebum yang diubah oleh organisme yang menimbulkan inflamasi pada jaringan sekitarnya. Keadaan ini menimbulkan pembentukan pustul dan abses yang menyebabkan parut. Kondisi ini mempengaruhi remaja muda sehingga menyebabkan perasaan malu dan tidak senang.</p>
<ol>
<li>Kelainan Kongenital</li>
</ol>
<p>Bayi lahir dengan kelainan struktural. Beberapa dapat nyata sejak lahir yang lain timbul segera setelah lahir. Baik lapisan epidermal dan dermal dapat terkena.</p>
<p>Kelainannya lapisan epidermal termasuk papilomata, lesi makuler berpigmen dan ini dapat berkaitan dengan moles atau naevi berambut yang berpigmen secara luas. Pada dermis dapat ditemukan fibromata, neuromata dan lipomata. Walaupun demikian, nevi vaskuler lebih sering ditemukan dan ini termasuk :</p>
<ul>
<li>Spider naevus. Ini merupakan dilatasi dari arteriole kecil dan percabangan kapilernya. Seringkali hilang secara spontan dengan diatermi atau fenol ; fenol diberikan dengan alat yang runcing.</li>
<li>Noda Port-wine. Ini merupakan makula berwarna merah tua atau ungu. Merupakan dilatasi difus dari semua kapiler normal pada jaringan yang terkena. Dapat juga melibatkan organ dibawahnya, seperti mata dan otak. Tidak ada pengobatan untuk hal ini, tapi dapat digunakan penutupan secara kosmetik.</li>
<li>Hemangioma strawberi. Lesi ini sering ditemukan saat lahir. Tampak sebagai nodul seperti karet, merah dengan permukaan yang kasar. Melibatkan unsur kapiler maupun vena. Hemangioma strawberi biasanya hilang sendiri, meninggalkan kulit yang kendor dan jarang sekali diperlukan terapi.</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration:underline;">Obat Kulit</span></p>
<p>Untuk menghilangkan masalah pada kulit, dapat menggunakan obat kulit. Obat kulit tersedia di pasaran baik obat kulit yang dijual bebas maupun harus dengan resep dokter. Namun, diperlukan informasi lebih lanjut untuk memutuskan obat kulit yang sesuai dengan penyakit yang diderita.</p>
<p>Berikut ini pembagian obat kulit berdasarkan jenisnya:</p>
<p>1.         Obat kulit golongan Antiinfeksi</p>
<p>Suatu antibiotik diberikan secara topikal (melalui kulit) untuk mencegah terjadinya infeksi oleh bakteri-bakteri. Umumnya berupa antibiotik yang absorpsinya baik melalui kulit, seperti golongan penisilin, eritromisin dan sefalosporin.</p>
<p>2.         Obat kulit golongan Antiinfeksi dengan kortikosteroid</p>
<p>Obat kulit antibiotik yang diberikan bersama kortikosteroid memberikan efek yang optimal. Di satu sisi, antibiotik membunuh bakteri yang menginfeksi, sedangkan di sisi lain kortikosteroid memulihkan radang dan infeksi pada kulit yang terganggu.</p>
<p>Obat kulit golongan ini dapat digunakan untuk mengobati dermatitis. Pemakaian sediaan yang mengandung kortikosteroid harus sesuai anjuran dokter meskipun penggunaan secara topikal relatif lebih aman.</p>
<p>3.         Obat kulit golongan Kortikosteroid</p>
<p>Obat kulit yang mengandung kortikosteroid diberikan untuk membantu sintesis protein kulit yang terganggu, misal pada eksim.</p>
<p>4.         Obat Jerawat</p>
<p>Jerawat (akne) umum dialami oleh remaja bahkan dewasa dan disebabkan oleh berbagai faktor. Jerawat adalah pembengkakan folikel sebaseous yang berada pada wajah, punggung, dada dan lengan atas.</p>
<p>Terapi umum untuk jerawat meliputi salep yang mengandung antibakteri yang kuat, benzoyl peroxide, retin-A. Selain itu, sediaan anti jerawat yang mengandung resorsinol atau asam salisilat dapat membantu mengeringkan kelebihan minyak dan mempercepat pengelupasan.</p>
<p>5.         Obat kulit golongan Antijamur &amp; antiparasit topikal</p>
<p>Indonesia yang memiliki iklim tropis berakibat suhu udara yang panas dan lembab. Fungi dapat tumbuh di daerah kulit manusia yang lembab misalnya ketiak, selangkangan, bahkan payudara. Obat jamur mengandung griseofulvin, golongan imidazol (mikonazol, klotrimazol), tolnaftat, nistatin.</p>
<p>Umumnya, fungisida ini bekerja menghambat jamur dengan mengganggu aktivitas sel jamur sehingga menjadi rusak. Antijamur ini diberikan berupa krim atau salep yang dapat dioleskan langsung pada daerah yng terinfeksi jamur. Namun, suatu anti jamur dapat diberikan secara sistemik sebagai tambahan bila infeksi sudah meluas.</p>
<p>6.         Obat kulit untuk Psoriasis, Seboroik &amp; Iktiosis</p>
<p>Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang dapat kambuh bila lapisan kulit luar tumbuh secara abnormal. Pada kulit berbentuk bercak merah dan dilindungi oleh sisik tebal, kering, keperak-perakan. Seboroik adalah bintik-bintik kecil berwarna coklat kehitaman yang muncul pada mereka yang usianya lanjut, sedangkan iktiosis adalah penyakit kulit kering dan bersisik.</p>
<p>Krim dan salep steroid dapat digunakan untuk mengontrol psoriasis. Selain itu, salep yang mengandung calcipotriene atau turunannya yang merupakan vitamin D3 analog merupakan agen topikal yang dapat digunakan untuk mengobati psoriasis.</p>
<p>7.         Obat kulit golongan Antivirus topikal</p>
<p>Virus juga dapat menyebabkan penyakit kulit seperti cacar dan herpes. Antivirus yang pemakaiannya langsung pada kulit yang sakit seperti acyclovir pada penyakit cacar sangat membantu penyembuhan.</p>
<p>8.         Obat kulit golongan Analgesik &amp; antiinflamasi topikal</p>
<p>Ada obat kulit yang memiliki 2 fungsi sekaligus yaitu sebagai Analgesik (meredakan nyeri), dan Antiinflamasi (meredakan radang). Obat-obatan ini mengandung ketoprofen, metil salisilat, mentol. dll. Obat tersebut dapat digunakan untuk artritis ruematoid, osteoartritis, kaki terkilir, dll.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-31" title="siggy" src="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2009/05/siggy.jpg?w=645" alt="siggy"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/signaterdadie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/signaterdadie.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/signaterdadie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/signaterdadie.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/signaterdadie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/signaterdadie.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/signaterdadie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/signaterdadie.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/signaterdadie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/signaterdadie.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/signaterdadie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/signaterdadie.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/signaterdadie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/signaterdadie.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=signaterdadie.wordpress.com&amp;blog=7534587&amp;post=37&amp;subd=signaterdadie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://signaterdadie.wordpress.com/2009/10/05/indera-peraba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0316df565a987a1d148502a34935dbb7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">signaterdadie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://signaterdadie.files.wordpress.com/2009/05/siggy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">siggy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
