RSS

Category Archives: Materi Praktikum

Mikromeritika

Mikromeritika adalah ilmu dan tekhnologi mengenai partikel kecil. Pengetahuan dan kontrol dari ukuran partikel penting dalam ilmu farmasi dan material. Ukuran dan juga luas permukaan partikel, dapat berhubungan dengan sifat fisik, sifat kimia dan sifat-sifat farmakologi dari obat-obatan. Secara klinis, ukuran partikel obat dapat mempengaruhi pelepasan dari bentuk sediaan yang diberikan secara oral, parenteral, rektal dan topikal. Formulasi yang baik dari suspensi, emulsi dan tablet, baik stabilitas fisika dan respon farmakologi juga tergantung pada ukuran partikel yang ada dalam produk.

Banyak metode yang bisa digunakan untuk menentukan ukuran partikel. Mikroskopi, sieving, sedimentasi dan determinasi partikel adalah beberapa metode yang biasa digunakan.

Kecepatan alir serbuk ditentukan dengan cara mengukur waktu jatuh yang diperlukan oleh sejumlah serbuk yang ditaruh di dalam suatu corong sampai seluruh serbuk itu turun. Cara pengukuran tersebut di samping menentukan kecepatan alir serbuk juga dapat menetapkan sudut istirahat yaitu sudut yang dibentuk antara lereng timbunan serbuk dengan bidang datar.
Continue to Read

 
1 Comment

Posted by on October 8, 2009 in Materi Kuliah, Materi Praktikum

 

Tags: ,

Protein

Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa selain polisakarida, lipid dan polinukleotida yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein itu sendiri mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitroge dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein dirumuskan oleh Jons Jakob Berzelius pada tahun 1938.

Struktur protein ada 4 tingkatan yaitu :

  1. Struktur primer menunjukkan jumlah, jenis dan urutan asam amino dalam molekul protein (rentetan asam amino dalam suatu molekul protein)
  2. Struktur sekunder menunjukkan banyak sifat suatu protein, ditentukan oleh orientasi molekul sebagai suatu keseluruhan, bentuk suatu molekul protein (misalnya spiral) dan penataan ruang kerangkanya (ikatan hidrogen antara gugus N-H, salah satu residu asam amino dengan gugus karbonil C=O residu asam yang lain)
  3. Struktur tersier menunjukkan keadaan kecenderungan polipeptida membentuk lipatan tali gabungan (interaksi lebih lanjut seperti terlipatnya kerangka untuk membentuk suatu bulatan)
  4. Struktur kuartener menunjukkan derajat persekutuan unit-unit protein. Read the rest of this entry »
 
1 Comment

Posted by on October 5, 2009 in Materi Praktikum

 

Tags: , ,

Kumarin

Kumarin adalah suatu metabolit dari tumbuhan yang sering dijumpai sebagai glikosidal. Kumarin mungkin juga berupa senyawa jadian yang terbentuk karena hidrolisis asam glikosil-o-hidroksi sinamat secara enzimatik dan kemudian segera terjadi siklikasi menjadi lakton, tepatnya lakton asam-o-hidroksisinamat. Hampir semua kumarin alam mempunyai oksigen ( hidroksil atau alkosil) pada C-7. Pada posisi lain dapat pula eroksigenasi dan sering pula terdapat rantai samping alkil (Robinson,1991).

760px-Coumarin_acsv.svg

Kumarin dapat disintesis dari reaksi anatar etilasetoasetat dengan resorsinol dan menggunakan asam sulfat pekat sebagai katalis melalui reaksi transesterifikasi. Reaksi transesterifikasi adalah suatu reaksi pertukaran gugus ester dengan gugus alkohol melalui mekanisme reaksi reversibel yang akhirnya membentuk suatu ester yang bentuknya berbeda. Reaksi transesterifikasi adalah beranalog langsung dengan hidrolisis asam atau basa. Dikarenakan reaksi transesterifikasi ini merupakan reaksi yang reversibel, biasanya digunakan alkohol secara berlebih (Fessenden & Fessenden, 1990). Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on May 29, 2009 in Materi Praktikum

 

Tags: , ,

Titrasi Asam Basa

Keasaman atau kebasaan suatu larutan merupakan factor yang penting dalam reaksi-reaksi kimia Kesetimbangan asam basa pun sangat penting dalam pemahaman titrasi asam basa. Ada beberapa teori asam basa yang digunkan dalam penjelasan mengenai suasana asam dan basa dari suatu zat (Christian,1994).
Teori asam basa Arrhenius emperkenalkan istilah asam sebagai zat-zat yang terionisasi (secara parsial atau sempurna) dalam air untuk memberikan ion hydrogen (hidronium), sedangkan suatu basa terionisasi dalam air menghasilkan ion hidroksil. Teori Arrhenius ini hanya berlaku dalam keadaan air yang digunakan sebagai pelarut (Christian,1994).
Teori asam basa berikutnya adalah Teori Brownsted-Lowry. Teori menyatakan bahwa asam adalah semua zat yang dapat memberikan atau mendonorkan proton, sedangkan basa adalah semua zat yang dapat menerima proton. Jadi, dapat dituliskan sebagai setengah reaksi :
Asam = H+ +Basa
Asam dan basa dari setengah reaksi disebut pasangan konjugat. Proton-proton bebas tidak terdapat dalam larutan, dan pasti ada penerima proton (basa) sebelum pendonor proton (asam) menghasilkan protonnya. Selain itu, ada teori Lewis yang menyatakan bahwa asam adlah zat yang menerima pasangan electron dan basa adalah zat yang mendaonorkan pasangan electron. teori Lewis ini membuktikan bahwa tidak hanya ion H+ yang menyatakan keberadaan suatu asam atau OH- untuk basa (Christian,1994). Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on May 26, 2009 in Materi Praktikum

 

Tags: , , ,

Laporan Akhir Kimia Fisik II

Postingan kedua nih…

Berhubung praktikum Kimia Fisik II sudah pernah kami rasakan dan sudah berakhir pula praktikum tersebut,,

maka disini kami akan ikut berpartisipasi untuk men-share laporan akhir kami..

hihi..

ya semoga saja bisa membantu untuk panduan membuat laporan..hhe..

Read the rest of this entry »

 
11 Comments

Posted by on May 3, 2009 in Materi Praktikum

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.