RSS

Monthly Archives: October 2009

Formulasi Lip Pencil

Sering terjadi salah pengartian antara pensil bibir (lip pensil) dengan lip liner. Lip Liner berfungsi mengoreksi bentuk bibir dan sekaligus bisa membuat awet tampilan lipstik Anda. Bisa digunakan dalam dua cara, cukup dengan menggaris tepi bibir sebagai bingkai; atau mengulaskan secara menyeluruh sesudahnya. Sedangkan lip pencil bentuknya lebih ringan dan lebih mudah mengaplikasikannya ketimbang lip liner Lebih mudah untuk menggambar bahkan bisa dikreasikan. Kekurangannya, pinsil bibir ini bisa membuat bibir kering.

Pensil bibir merupakan produk yang memanfaatkan sifat-sifat dispersif Cera Bellina untuk menghasilkan suatu produk yang melapisi dengan mudah, dan meninggalkan warna yang tahan air. Formulasinya adalah :
Continue to Read

 
2 Comments

Posted by on October 21, 2009 in Materi Kuliah

 

Tags: ,

Desinfektan

Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Sedangkan antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Bahan desinfektan dapat digunakan untuk proses desinfeksi tangan, lantai, ruangan, peralatan dan pakaian.

Continue to Read

 
11 Comments

Posted by on October 8, 2009 in Materi Kuliah

 

Mikromeritika

Mikromeritika adalah ilmu dan tekhnologi mengenai partikel kecil. Pengetahuan dan kontrol dari ukuran partikel penting dalam ilmu farmasi dan material. Ukuran dan juga luas permukaan partikel, dapat berhubungan dengan sifat fisik, sifat kimia dan sifat-sifat farmakologi dari obat-obatan. Secara klinis, ukuran partikel obat dapat mempengaruhi pelepasan dari bentuk sediaan yang diberikan secara oral, parenteral, rektal dan topikal. Formulasi yang baik dari suspensi, emulsi dan tablet, baik stabilitas fisika dan respon farmakologi juga tergantung pada ukuran partikel yang ada dalam produk.

Banyak metode yang bisa digunakan untuk menentukan ukuran partikel. Mikroskopi, sieving, sedimentasi dan determinasi partikel adalah beberapa metode yang biasa digunakan.

Kecepatan alir serbuk ditentukan dengan cara mengukur waktu jatuh yang diperlukan oleh sejumlah serbuk yang ditaruh di dalam suatu corong sampai seluruh serbuk itu turun. Cara pengukuran tersebut di samping menentukan kecepatan alir serbuk juga dapat menetapkan sudut istirahat yaitu sudut yang dibentuk antara lereng timbunan serbuk dengan bidang datar.
Continue to Read

 
1 Comment

Posted by on October 8, 2009 in Materi Kuliah, Materi Praktikum

 

Tags: ,

Indera peraba

Indra peraba merupakan indera yang sederhana, umumnya tersebar pada kulit mamalia dan sedikit sekali pada vertebrata rendah. Kepekaan peraba pada manusia sangat besar, terutama di ujung jari dan bibir.

Klasifikasi reseptor antara lain:

  • Berdasarkan tipe energi khusus atau kepekaan terhadap modalitas tertentu

1. Termoreseptor (peka terhadap perubahan suhu).

2. Mekanoreseptor (peka terhadap sentuhan dan tekanan).

3. Kemoreseptor (peka terhadap perubahan kimiawi).

4. Osmoreseptor (peka terhadap perubahan tekanan osmotik).

  • Berdasarkan sumber rangsangan

1. Ekteroreseptor, terletak pada permukaan tubuh dan berespons terhadap rangsangan eksterna atau luar.

2. Proprioreseptor, berespons terhadap perubahan posisi dan pergerakan terutama berhubungan dengan sistem muskuloskeletal.

3. Interoreseptor, terletak pada visera/ alat dalam dan pembuluh darah.

  • Berdasarkan morfologi

1. Badan terakhir yang bebas/ terbuka (tanpa kapsul) yang tak berhubungan dengan tipe sel lainnya.

2. Badan akhir yang berkapsul (korpuskular) yang mengandung unsur bukan saraf di samping saraf badan akhir saraf.

Reseptor-reseptor yang terletak di alat indera peraba antara lain :

1.  Ujung Saraf Bebas

Serat saraf sensorik aferen berakhir sebagai ujung akhir saraf bebas pada banyak jaringan tubuh dan merupakan reseptor sensorik utama dalam kulit. Serat akhir saraf bebas ini merupakan serat saraf yang tak bermielin, atau serat saraf bermielin berdiameter kecil, yang semua telah kehilangan pembungkusnya sebelum berakhir, dilanjutkan serat saraf terbuka yang berjalan di antara sel epidermis. Sebuah serat saraf seringkali bercabang-cabang banyak dan mungkin berjalan ke permukaan, sehingga hampir mencapai stratum korneum. Serat yang berbeda mungkin menerima perasaan raba, nyeri dan suhu. Sehubungan dengan folikel rambut, banyak cabang serat saraf yang berjalan longitudinal dan melingkari folikel rambut dalam dermis.

Beberapa saraf berhubungan dengan jaringan epitel khusus. Pada epidermis berhubungan dengan sel folikel rambut dan mukosa oral, akhir saraf membentuk badan akhir seperti lempengan (diskus atau korpuskel merkel). Badan ini merupakan sel yang berwarna gelap dengan banyak juluran sitoplasma. Seperti mekanoreseptor badan ini mendeteksi pergerakan antara keratinosit dan kemungkinan juga gerakan epidermis sehubungan dengan jaringan ikat di bawahnya. Telah dibuktikan bahwa beberapa diskus merkel merespon rangsangan getaran dan juga resepor terhadap dingin.
Continue to Read

 
3 Comments

Posted by on October 5, 2009 in Materi Kuliah

 

Tags: ,

Protein

Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa selain polisakarida, lipid dan polinukleotida yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein itu sendiri mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitroge dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein dirumuskan oleh Jons Jakob Berzelius pada tahun 1938.

Struktur protein ada 4 tingkatan yaitu :

  1. Struktur primer menunjukkan jumlah, jenis dan urutan asam amino dalam molekul protein (rentetan asam amino dalam suatu molekul protein)
  2. Struktur sekunder menunjukkan banyak sifat suatu protein, ditentukan oleh orientasi molekul sebagai suatu keseluruhan, bentuk suatu molekul protein (misalnya spiral) dan penataan ruang kerangkanya (ikatan hidrogen antara gugus N-H, salah satu residu asam amino dengan gugus karbonil C=O residu asam yang lain)
  3. Struktur tersier menunjukkan keadaan kecenderungan polipeptida membentuk lipatan tali gabungan (interaksi lebih lanjut seperti terlipatnya kerangka untuk membentuk suatu bulatan)
  4. Struktur kuartener menunjukkan derajat persekutuan unit-unit protein. Read the rest of this entry »
 
1 Comment

Posted by on October 5, 2009 in Materi Praktikum

 

Tags: , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.