RSS

Welcome to Signaterdadie’s

Welcome to Signaterdadie’s blog! We hope that our articles can helpful for you all ^^

Like our slogan, BREAKING TIME WITH US, THREE TIMES A DAY, we will post articles about ‘daily life’ in faculty of pharmacy in University of Padjadjaran.

Well, if our articles is helpful to you, please give us comment ^^ we’re really appreciate it! Thanks a bunch for read our articles~

HAPPY READING~ ^^

 
Leave a comment

Posted by on October 16, 2010 in Uncategorized

 

Standarisasi Ekstrak Herbal (1)

Hai semua, sudah lama Signaterdadie ga nulis – nulis lagi ya…Ga kerasa sekarang kami sudah menginjak semester akhir dari kegiatan perkuliahan ini… *huhu berasa tua*

Karena sudah semester akhir, berarti sudah seharusnya membuat skripsi kan? Nah, skripsi penelitian Oddette tentang standarisasi ekstrak herbal nih. Di Indonesia sendiri, yang menjadi ekstrak herbal terstandar baru 6 tanaman lho! Oke deh, sekarang kami akan membahas tentang standarisasi tanaman herbal dari awal pembuatan simplisianya. Enjoy it! :)

 

Pembuatan Simplisia

Sediaan obat tradisional atau herbal dibuat dari simplisia tanaman atau bagian dari hewan, atau mineral dalam keadaan segar atau telah dikeringkan dan diawetkan. Agar sediaan obat tradisional atau herbal tersebut dapat dipakai dengan aman, terjaga keseragaman mutu dan kadar kandungan senyawa aktifnya, maka diperlukan standardisasi. Sebelum melalui tahap standardisasi sediaan, maka diperlukan standardisasi bahan baku simplisia, yang meliputi :

  1. Bahan baku simplisia

Dapat berupa tumbuhan liar atau berupa tumbuhan budidaya

  1. Proses pembuatan simplisia termasuk cara penyimpanan bahan baku simplisia
  2.  Cara pengepakan dan penyimpanan simplisia (Depkes RI, 1985). Read the rest of this entry »
 
1 Comment

Posted by on June 3, 2011 in Materi Kuliah

 

Tags: , , , , , ,

Klebsiella pneumoniae


Kingdom : Bacteria
Phylum    : Proteobacteria
Class          : Gamma Proteobacteria
Orde          : Enterobacteriales
Family      : Enterobacteriaceae
Genus        : Klebsiella
Species     : K. pneumoniae
Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on July 20, 2010 in Uncategorized

 

Tags:

Hidrogenasi Alkena

Hidrogenasi etena

Etena bereaksi dengan hidrogen pada suhu sekitar 150°C dengan adanya sebuah katalis nikel (Ni) yang halus. Reaksi ini menghasilkan etana.

Reaksi ini tidak begitu berarti sebab etena merupakan senyawa yang jauh lebih bermanfaat dibanding etana yang dihasilkan! Akan tetapi, sifat-sifat reaksi dari ikatan karbon-karbon rangkap pada etena juga berlaku pada reaksi ikatan karbon-karbon rangkap yang terdapat pada alkena-alkena yang jauh lebih kompleks.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on July 20, 2010 in Materi Kuliah

 

Tags: , , ,

Lemak (Lipid) dan Metabolismenya

MACAM LEMAK

  • Lemak biologis yang terpenting: lemak netral (trigliserida), fosfolipid, steroid
  • Asam lemak:
  • Asam palmitat: CH3(CH2)14-COOH
  • Asam stearat: CH3(CH2)16-COOH
  • Asam oleat: CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH
    • Trigliserida : ester gliserol + 3 asam lemak
    • Fosfolipid    : ester gliserol + 2 asam lemak + fosfat
    • Steroid          : kolesterol dan turunanya (hormon steroid, asam lemak dan vitamin)

    Read the rest of this entry »

     
    Leave a comment

    Posted by on July 20, 2010 in Materi Kuliah

     

    Tags: , , , ,

    Escherichia coli

    Escherichia coli adalah salah satu jenis bakteri yang secara normal hidup dalam saluran pencernaan baik manusia maupun hewan yang sehat. Nama bakteri ini diambil dari nama seorang bacteriologist yang berasal dari Germani yaitu THEODOR VON ESCHERICH, yang berhasil melakukan isolasi bakteri ini pertama kali pada tahun 1885. DR. ESCHERICH juga berhasil membuktikan bahwa diare dan gastroenteritis yang terjadi pada infant adalah disebabkan oleh bakteri Escherichia coli.

    Sifat-sifat virulensi dari E. coli dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

    • E.coli Enteropatogenik (EPEC) adalah penyebab penting diare pada bayi, khususnya di negara berkembang. EPEC melekat pada sel mukosa usus kecil. Akibat dari infeksi EPEC adalah diare cair, yang biasanya sembuh sendiri tapi dapat juga menjadi kronik.
    • Continue to Read

     
    Leave a comment

    Posted by on February 17, 2010 in Materi Kuliah

     

    Tags: ,

    Formulasi Lip Pencil

    Sering terjadi salah pengartian antara pensil bibir (lip pensil) dengan lip liner. Lip Liner berfungsi mengoreksi bentuk bibir dan sekaligus bisa membuat awet tampilan lipstik Anda. Bisa digunakan dalam dua cara, cukup dengan menggaris tepi bibir sebagai bingkai; atau mengulaskan secara menyeluruh sesudahnya. Sedangkan lip pencil bentuknya lebih ringan dan lebih mudah mengaplikasikannya ketimbang lip liner Lebih mudah untuk menggambar bahkan bisa dikreasikan. Kekurangannya, pinsil bibir ini bisa membuat bibir kering.

    Pensil bibir merupakan produk yang memanfaatkan sifat-sifat dispersif Cera Bellina untuk menghasilkan suatu produk yang melapisi dengan mudah, dan meninggalkan warna yang tahan air. Formulasinya adalah :
    Continue to Read

     
    2 Comments

    Posted by on October 21, 2009 in Materi Kuliah

     

    Tags: ,

    Desinfektan

    Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Sedangkan antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Bahan desinfektan dapat digunakan untuk proses desinfeksi tangan, lantai, ruangan, peralatan dan pakaian.

    Continue to Read

     
    11 Comments

    Posted by on October 8, 2009 in Materi Kuliah

     

    Mikromeritika

    Mikromeritika adalah ilmu dan tekhnologi mengenai partikel kecil. Pengetahuan dan kontrol dari ukuran partikel penting dalam ilmu farmasi dan material. Ukuran dan juga luas permukaan partikel, dapat berhubungan dengan sifat fisik, sifat kimia dan sifat-sifat farmakologi dari obat-obatan. Secara klinis, ukuran partikel obat dapat mempengaruhi pelepasan dari bentuk sediaan yang diberikan secara oral, parenteral, rektal dan topikal. Formulasi yang baik dari suspensi, emulsi dan tablet, baik stabilitas fisika dan respon farmakologi juga tergantung pada ukuran partikel yang ada dalam produk.

    Banyak metode yang bisa digunakan untuk menentukan ukuran partikel. Mikroskopi, sieving, sedimentasi dan determinasi partikel adalah beberapa metode yang biasa digunakan.

    Kecepatan alir serbuk ditentukan dengan cara mengukur waktu jatuh yang diperlukan oleh sejumlah serbuk yang ditaruh di dalam suatu corong sampai seluruh serbuk itu turun. Cara pengukuran tersebut di samping menentukan kecepatan alir serbuk juga dapat menetapkan sudut istirahat yaitu sudut yang dibentuk antara lereng timbunan serbuk dengan bidang datar.
    Continue to Read

     
    1 Comment

    Posted by on October 8, 2009 in Materi Kuliah, Materi Praktikum

     

    Tags: ,

    Indera peraba

    Indra peraba merupakan indera yang sederhana, umumnya tersebar pada kulit mamalia dan sedikit sekali pada vertebrata rendah. Kepekaan peraba pada manusia sangat besar, terutama di ujung jari dan bibir.

    Klasifikasi reseptor antara lain:

    • Berdasarkan tipe energi khusus atau kepekaan terhadap modalitas tertentu

    1. Termoreseptor (peka terhadap perubahan suhu).

    2. Mekanoreseptor (peka terhadap sentuhan dan tekanan).

    3. Kemoreseptor (peka terhadap perubahan kimiawi).

    4. Osmoreseptor (peka terhadap perubahan tekanan osmotik).

    • Berdasarkan sumber rangsangan

    1. Ekteroreseptor, terletak pada permukaan tubuh dan berespons terhadap rangsangan eksterna atau luar.

    2. Proprioreseptor, berespons terhadap perubahan posisi dan pergerakan terutama berhubungan dengan sistem muskuloskeletal.

    3. Interoreseptor, terletak pada visera/ alat dalam dan pembuluh darah.

    • Berdasarkan morfologi

    1. Badan terakhir yang bebas/ terbuka (tanpa kapsul) yang tak berhubungan dengan tipe sel lainnya.

    2. Badan akhir yang berkapsul (korpuskular) yang mengandung unsur bukan saraf di samping saraf badan akhir saraf.

    Reseptor-reseptor yang terletak di alat indera peraba antara lain :

    1.  Ujung Saraf Bebas

    Serat saraf sensorik aferen berakhir sebagai ujung akhir saraf bebas pada banyak jaringan tubuh dan merupakan reseptor sensorik utama dalam kulit. Serat akhir saraf bebas ini merupakan serat saraf yang tak bermielin, atau serat saraf bermielin berdiameter kecil, yang semua telah kehilangan pembungkusnya sebelum berakhir, dilanjutkan serat saraf terbuka yang berjalan di antara sel epidermis. Sebuah serat saraf seringkali bercabang-cabang banyak dan mungkin berjalan ke permukaan, sehingga hampir mencapai stratum korneum. Serat yang berbeda mungkin menerima perasaan raba, nyeri dan suhu. Sehubungan dengan folikel rambut, banyak cabang serat saraf yang berjalan longitudinal dan melingkari folikel rambut dalam dermis.

    Beberapa saraf berhubungan dengan jaringan epitel khusus. Pada epidermis berhubungan dengan sel folikel rambut dan mukosa oral, akhir saraf membentuk badan akhir seperti lempengan (diskus atau korpuskel merkel). Badan ini merupakan sel yang berwarna gelap dengan banyak juluran sitoplasma. Seperti mekanoreseptor badan ini mendeteksi pergerakan antara keratinosit dan kemungkinan juga gerakan epidermis sehubungan dengan jaringan ikat di bawahnya. Telah dibuktikan bahwa beberapa diskus merkel merespon rangsangan getaran dan juga resepor terhadap dingin.
    Continue to Read

     
    3 Comments

    Posted by on October 5, 2009 in Materi Kuliah

     

    Tags: ,

     
    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.